Sosial Media
Opsi Update
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Bencana Berita Featured Gempa Bumi Lintas Peristiwa NTT Spesial

    Memutus Isolasi Gempa NTT Seperti di Aceh: Medan Berat Jadi Tantangan Penyaluran Logistik - Kompas

    5 min read

     

    JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan update penanganan bantuan kemanusian untuk korban bencana gempa M 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang ternyata penuh dengan tantangan.

    Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengimbau kepada para penyintas di NTT agar tetap tenang, karena pemerintah memastikan akan memenuhi kebutuhan-kebutuhan dasar warga.

    Baca juga: Jembatan Penghubung di Jalur Trans Flores Terancam Putus Akibat Gempa NTT

    Per Selasa (18/8/2026), pukul 18.00 WIB, Berton mengklaim distribusi logistik via udara telah dilakukan sebanyak 165 ton, dengan total barang bantuan yang terkirim dari 15-18 Agustus 2026 sebanyak 398 ton.

    Namun, Berton menyebut, penyaluran bantuan logistik untuk para penyintas gempa NTT mengalami kendala akibat kondisi medan yang cukup berat untuk dilalui.

    Tiga Hari Pascagempa, Warga Reo Masih Trauma dan Bertahan di Tenda Seadanya

    Kendala Penyaluran Logistik

    Berton mengatakan, jalur darat tetap menjadi akses yang utama untuk mendistribusikan bantuan dari titik logistik menuju lokasi pengungsian.

    "Kita perlu pahami bahwa karakter geografis Flores dan kondisi sejumlah ruas jalan yang membuat distribusi ini menjadi pelan karena memang dilakukan secara bertahap," kata Berton, dalam konferensi pers update kondisi NTT, yang digelar secara daring, Rabu (19/8/2026).

    Baca juga: Bantuan untuk Korban Gempa NTT Seberat 300 Kg Diberangkatkan dari Bandara Juanda

    Pemerintah juga menyalurkan melalui transportasi laut untuk menjangkau wilayah yang membutuhkan dukungan logistik dalam jumlah besar.

    "KRI Bung Hatta diberangkatkan dari Pelabuhan Labuan Bajo menuju Pelabuhan Reo di Kabupaten Manggarai membawa paket bantuan sembako tenda keluarga tenda pengungsi dan seluruh bantuan yang berasal dari masyarakat," tutur dia.

    Selain kendala geografis, Berton menyebut, penyaluran bantuan logistik juga bergantung pada kondisi akses jalan dari kecamatan ke titik pengungsian.

    Baca juga: Gempa Kembali Guncang Manggarai NTT: Magnitudo 5,6, Warga Berlarian

    Banyaknya pengungsi secara mandiri semakin mempersulit tim gabungan untuk menyebarkan kebutuhan-kebutuhan dengan waktu yang tepat.

    "Karena kami memang butuh waktu untuk mendata, juga akses ke desa-desa tidak mudah karena kondisi jalan yang labil," katanya.

    Berton menambahkan total pengungsi di seluruh wilayah NTT saat ini sebanyak 59.647 orang dan yang terbanyak 20.300 di Manggarai.

    Kekurangan Tenda

    Warga di Kabupaten Manggarai, masih membutuhkan tenda yang layak, matras, dan selimut untuk tempat tinggal sementara karena rumah mereka hancur dan rusak sebagian karena gempa.

    "Ini sudah malam yang kelima ya. Ini kebetulan kemarin makanya kami agak buat sedikit lebih kuat tadi karena kemarin hanya ditopang oleh beberapa tiang," kata salah satu warga, Cypri (47 tahun), saat ditemui di rumahnya di Kelurahan Carep, Kecamatan Langke Rembong, Rabu (19/6/2026).

    Baca juga: Kesaksian Warga Saat Gempa Mengguncang NTT: Kalau 20 Detik, Pasti Satu Flores Rata

    Berdasarkan pantauan Kompas.com di wilayah Kampung Carep dan Kampung Watu Alo, warga menggunakan tenda berbahan terpal dan bambu sebagai tempat tinggal sementara.

    Tenda tersebut sangat sederhana dan belum dilengkapi perlengkapan yang memadai untuk melindungi warga dari cuaca.

    Tidak terlihat tenda berwarna oranye dengan lambang dan tulisan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di lokasi-lokasi tersebut.

    Pendekatan Seperti di Aceh

    Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, penanggulangan gempa di NTT dapat menggunakan pendekatan seperti penanganan bencana di Aceh.

    Purbaya menekankan, pemerintah masih akan melihat tingkat keparahan bencana di NTT, sebelum menentukan pola penanganan yang akan diterapkan.

    "Pak Presiden nanti pasti akan menyiapkan anggaran lebih untuk daerah yang terkena bencana seperti Aceh, approach-nya akan mirip Aceh mungkin tapi kita lihat bagaimana keparahan bencana ini," ujar Purbaya, saat ditemui di Posko Bersama Tanggap Darurat Bencana BPBD Manggarai, Rabu (19/8/2026).

    Baca juga: Kesaksian Warga Saat Gempa Mengguncang NTT: Kalau 20 Detik, Pasti Satu Flores Rata

    Selain itu, Purbaya juga mengungkapkan bahwa pemerintah masih mempertimbangkan perlu atau tidaknya pembentukan satuan tugas khusus untuk menangani bencana di NTT.

    Dia juga meminta pemerintah daerah menggunakan anggaran di daerah masing-masing. Jika belum mencukupi, pemerintah daerah diminta melapor kepada pemerintah pusat.

    "Kita lihat nanti, saya bilang ke bupati pakai dulu itu. Nanti kalau kurang lapor ke kami, nanti kami lapor ke Bapak Presiden," ujar Purbaya.

    Purbaya mengatakan, pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mulai menyalurkan bantuan ke daerah terdampak bencana.

    "Saya minta Dirjen Perimbangan Keuangan untuk monitor terus kondisi keuangan di kabupaten di sini dan yang terkena bencana ini dan memastikan mereka cukup dana untuk membantu masyarakat di sini," ujar Purbaya.

    Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT

    Komentar
    Additional JS