Mendagri Tito Tinjau Lokasi Terdampak Gempa di Pelabuhan Laurentius Say Maumere - Kompas
KOMPAS.com — Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian meninjau kondisi Pelabuhan Laurentius Say, Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang terdampak gempa bumi, Rabu (19/8/2026).
Peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat kondisi sarana dan aktivitas pelayanan di pelabuhan pascagempa.
Tito tiba di lokasi bersama Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago, Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Administrasi Kewilayahan (Adwil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Safrizal ZA, serta pejabat terkait lainnya.
Di lokasi tersebut, Tito menyimak laporan Bupati Sikka mengenai kondisi bangunan pelabuhan akibat gempa bumi.
Dalam musibah tersebut, tiga orang dilaporkan meninggal dunia. Sementara itu, aktivitas pelayanan di Pelabuhan Laurentius Say telah kembali berjalan normal meski sejumlah bagian bangunan mengalami kerusakan.
Baca juga: 4 Malam Mengungsi Usai Gempa NTT, Warga Reo Keluhkan Air Bersih hingga Tak Ada Listrik
Tito mengatakan, berdasarkan keterangan kepala syahbandar, operasional pelabuhan tetap dapat berjalan karena sistem digitalisasi yang digunakan telah memiliki mekanisme backup (cadangan).
Sistem tersebut memungkinkan pelayanan dialihkan ke tempat sementara apabila terjadi gangguan jaringan internet.
"Keterangan dari Pak Kepala Syahbandar, operasional tetap berjalan. Kan ada sistem digitalisasinya yang sudah punya backup. Jadi, dapat dialihkan ketika ada internet di tempat sementara," ujar Tito dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Rabu.
Mantan Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) itu menambahkan, layanan embarkasi maupun debarkasi juga telah berjalan normal.
Tito pun mengapresiasi jajaran Kementerian Perhubungan (Kemenhub), syahbandar, dan otoritas pelabuhan yang telah memastikan pelayanan tetap berjalan di tengah kondisi pascagempa.
Baca juga: Gempa NTT: Infrastruktur Rusak, Bantuan Terus Disalurkan
Di sisi lain, dia mengingatkan bahwa potensi gempa susulan masih perlu diantisipasi.
Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa susulan dengan skala lebih kecil masih mungkin terjadi dalam dua hingga tiga minggu ke depan.
Tito menyebutkan, untuk memastikan keamanan bangunan pelabuhan, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) akan melakukan asesmen setelah kondisi gempa benar-benar stabil.
Baca juga: Andi Gani Galang Bantuan Rp 1 Miliar untuk Korban Gempa Nagekeo NTT
Asesmen tersebut diperlukan untuk menentukan langkah penanganan terhadap bagian bangunan yang mengalami kerusakan.
"Asesmen menentukan apakah strukturnya masih kuat atau tidak. Kalau strukturnya masih kuat, nanti tinggal pembangunan dinding, interior, atap, dan lainnya,” ujar Tito.
Namun, lanjut dia, jika struktur bangunan tidak kuat, bangunan tersebut harus dibongkar dan dibangun dengan struktur yang lebih kokoh.
Baca juga: 11.925 Rumah Rusak Akibat Gempa NTT, Bakal Dapat Bantuan Rp 15-30 Juta
Mendampingi masyarakat
Pada kesempatan itu, Tito juga menyampaikan keprihatinannya atas jatuhnya korban jiwa akibat gempa di NTT.
Ia memastikan, pemerintah pusat akan terus hadir bersama masyarakat terdampak dan mengoptimalkan penanganan pascabencana.
Menurut Tito, hal itu sejalan dengan arahan Presiden Prabowo agar jajaran menteri dan kepala lembaga negara hadir langsung di wilayah terdampak bencana di NTT.
"Saya lihat sudah banyak sekali kekuatan yang datang ke sini. Kepala BNPB sudah ada di sini, Wakil Menteri Kesehatan, Wakil Menteri PU, dan saya mendapatkan informasi siang ini Menko Pangan Bapak Zulkifli Hasan juga akan di sini. Kita semua keroyokan untuk membantu," ujarnya.
Selain menangani dampak kerusakan, pemerintah terus mengoptimalkan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari bahan pangan, air minum, listrik, hingga jaringan komunikasi.
Baca juga: Kemendikti Rancang Program Mahasiswa Berdampak AKSARA untuk Pemulihan Gempa NTT
Tito mengatakan, pihaknya memahami bahwa sebagian masyarakat masih mengalami trauma akibat gempa.
Oleh karena itu, masyarakat tidak dipaksa kembali ke rumah masing-masing selama situasi belum benar-benar stabil.
Tito menyebutkan, pemerintah daerah juga perlu memastikan warga merasa aman sekaligus tetap mendapatkan dukungan selama masa tanggap darurat.
"Kalau masyarakat memang ada yang tidur di luar, ya tentu kita harus bantu dan kita tolong. Kita jangan paksa mereka masuk ke dalam. Karena gempa susulan bisa saja terjadi," tandasnya.
Baca juga: Disetop Ibu-ibu Korban Gempa di Nagekeo, Menteri Tito Titip Uang Rp 50 Juta
Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT