Penampakan Rumah Subsidi Hasil Akad KPR Massal 62.000 Unit - Kompas
JAKARTA, KOMPAS.com - Deretan rumah bergaya Skandinavia dengan dominasi warna putih dan hijau tampak berjajar rapi di Perumahan Puri Delta City Side, Desa Siwatu, Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang, Jawa Tengah.
Kawasan hunian inilah yang dipilih menjadi lokasi pelaksanaan Akad Massal Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi pada Kamis (30/7/2026), yang dihadiri Presiden Prabowo Subianto.
Baca juga: Gen Z Dominasi Pembeli Rumah Subsidi, Kuasai 62 Persen KPR FLPP
Rumah yang dibangun PT DwiWahana Deltamegah tersebut merupakan rumah subsidi tipe 29 yang berdiri di atas lahan seluas 72 meter persegi.
Meski masuk kategori rumah subsidi, hunian ini telah dilengkapi dua kamar tidur, satu ruang tamu, satu kamar mandi, serta area dapur di bagian belakang.
Dari sisi konstruksi, rumah dibangun menggunakan pondasi footplat, dinding bata merah, kusen aluminium, rangka atap baja ringan, dan penutup atap genteng beton.

Lihat Foto
Lantai menggunakan keramik berukuran 30 x 30 sentimeter, sementara kebutuhan listrik dipasok daya 1.300 watt dan air bersih berasal dari jaringan PDAM maupun sumur artesis.
Dengan spesifikasi tersebut, rumah dipasarkan sesuai harga yang ditetapkan pemerintah, yakni Rp 166 juta per unit.
Direktur Utama DwiWahana Deltamegah Sri Widodo mengatakan, proyek Puri Delta Asri 12 (Puri Delta City) merupakan proyek ke-12 yang dikembangkan perusahaan sejak berdiri pada 2005.
Baca juga: Gen Z Mulai Serbu Rumah Subsidi, Bahkan Ada Pembeli Usia 20 Tahun
Proyek tersebut dibangun di atas lahan seluas sekitar 13 hektar dengan total rencana pembangunan sebanyak 1.219 unit rumah subsidi.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden yang telah mempercayakan lokasi kami sebagai tempat pelaksanaan Akad Massal KPR Subsidi. Ini menjadi kebanggaan bagi perusahaan kami," ujar Sri Widodo, di sela-sela akad massal 62.710 KPR subsidi di Batang, Jawa Tengah, Kamis (30/7/2026).

Lihat Foto
Dia mengatakan, terpilihnya Puri Delta City sebagai lokasi akad massal turut memberikan dampak positif terhadap pemasaran proyek.
Penjualan rumah pun dinnilai meningkat signifikan dibandingkan sebelum acara tersebut digelar.
"Penjualan meningkat sekitar empat kali lipat dibandingkan sebelumnya. Di Batang, penjualan yang sebelumnya rata-rata sekitar 20 unit per bulan kini meningkat menjadi sekitar 70 hingga 80 unit per bulan," katanya.
Baca juga: Prabowo Resmikan Akad Massal 62.710 Rumah Subsidi di Batang
Dari total 1.219 unit yang direncanakan, sekitar 200 unit telah terjual.
Saat ini, DwiWahana Deltamegah mengembangkan empat proyek perumahan di Batang, Kendal, Karanganyar, dan Pekalongan.
Sepanjang 2025, perusahaan membangun sekitar 1.000 unit rumah dengan keuntungan sekitar Rp30 miliar, serta menargetkan pertumbuhan bisnis sekitar 30 persen pada 2026.

Lihat Foto
Sri Widodo mengungkapkan, mayoritas pembeli rumah subsidi merupakan masyarakat berusia 20 hingga 35 tahun yang didominasi generasi milenial.
Namun, dalam beberapa waktu terakhir mulai terlihat peningkatan minat dari kalangan Generasi Z.
"Bahkan ada pembeli berusia 20 tahun yang masih lajang sudah membeli rumah subsidi. Ini menunjukkan kesadaran Generasi Z terhadap pentingnya memiliki rumah mulai meningkat. Dan sebagian besar debitur kami mendapatkan pembiayaan KPR-nya dari BTN, termasuk kami sebagai developer dibantu pembiayaannya oleh BTN," ujarnya.
Menurut dia, mayoritas konsumen berasal dari kalangan buruh pabrik, karyawan swasta, hingga pekerja sektor informal yang bekerja di sekitar kawasan industri Batang.
Sri Widodo menilai rumah subsidi masih menjadi pilihan utama masyarakat, terutama di tengah perlambatan sektor properti.

Lihat Foto
Berbeda dengan KPR komersial yang umumnya menggunakan bunga floating (mengambang), KPR subsidi menawarkan bunga tetap hingga lunas, cicilan yang ringan, serta uang muka yang rendah.
Karena itu, dirinya berharap pemerintah dapat memperpanjang tenor KPR subsidi hingga 40 tahun.
Dengan skema tersebut, cicilan bulanan diperkirakan dapat turun dari sekitar Rp1,07 juta menjadi sekitar Rp 700.000 per bulan sehingga semakin terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang