Sosial Media
Opsi Update
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Bencana Berita Featured Gempa Bumi ISPA Kesehatan Lintas Peristiwa NTT Spesial

    Pengungsi Gempa NTT di Nagekeo Banyak Terserang ISPA, Mayoritas Anak-anak - Kompas

    3 min read

     

    NAGEKEO, KOMPAS.com - Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) menjadi salah satu keluhan kesehatan yang paling banyak ditemukan pada pengungsi gempa Nusa Tenggara Timur (NTT) di Kabupaten Nagekeo.

    Berdasarkan data hingga Minggu (23/8/2026), sebanyak 34.256 warga Kabupaten Nagekeo masih berada di berbagai lokasi pengungsian, baik di tempat pengungsian terpusat maupun mandiri.

    Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Nagekeo, Emerentiana Wahyuningsih, mengatakan ISPA menjadi gangguan kesehatan yang paling banyak ditemukan selama masa pengungsian.

    Menurutnya, kondisi lingkungan di lokasi pengungsian menjadi salah satu tantangan dalam menjaga kesehatan warga, terutama anak-anak.

    Kisah Pilu Korban Gempa NTT, Ayah Tewas Lindungi Putrinya dari Reruntuhan Rumah

    “Yang paling banyak itu ISPA, demam karena debu. Lalu di tenda pengungsian itu ada anak-anak, ada yang merokok jadi campur aduk. Sudah kena debu, kena asap rokok dan kebanyakan anak-anak yang kena ISPA,” jelasnya, Senin (24/8/2026), dilansir dari TribunFlores.

    Baca juga: Gubernur NTT Sebut Pendampingan Trauma Healing Gempa NTT Butuh Waktu

    Kasus gangguan pernapasan tersebut tidak hanya ditemukan di satu titik pengungsian. Dinkes Nagekeo menemukan kasus ISPA yang tersebar di berbagai lokasi pengungsian di tujuh kecamatan.

    Kondisi tersebut membuat penanganan kesehatan menjadi lebih kompleks karena para pengungsi tidak seluruhnya berada di lokasi yang dikelola pemerintah.

    “Itu tersebar dan yang menyulitkan itu karena pengungsi tersebar, tidak terpusat di tenda pengungsian pemerintah,” ujarnya.

    Stok Obat Masih Mencukupi

    Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi tenaga kesehatan untuk memantau kondisi warga, terutama kelompok yang rentan mengalami gangguan kesehatan.

    Meski demikian, Dinkes Nagekeo memastikan ketersediaan obat-obatan untuk menangani keluhan kesehatan para pengungsi masih mencukupi.

    Baca juga: Tertimpa Reruntuhan Gempa, Lansia di Sikka Dievakuasi Pakai Helikopter

    Emerentiana meminta puskesmas yang mulai mengalami kekurangan obat untuk segera mengajukan permintaan tambahan.

    Puskesmas juga diminta melakukan permintaan serta pengambilan obat apabila persediaan mulai menipis agar pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak gempa tetap berjalan.

    Di sisi lain, tenaga kesehatan terus memberikan pelayanan kepada warga yang terdampak gempa di berbagai lokasi pengungsian di Kabupaten Nagekeo.

    Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT

    Media Asing Soroti Indonesia, Rayakan HUT RI di Tengah Duka Gempa NTT

    Komentar
    Additional JS