[KLARIFIKASI] Gubernur NTT Minta Warga Utang Dulu untuk Pangan, Pemerintah yang Bayar - Kompas

KOMPAS.com - Setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,7 mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT), Gubernur Emanuel Melkiades Laka Lena dikabarkan menyarankan warganya untuk berutang di toko guna memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Narasi itu beredar di media sosial pada Rabu (19/8/2026).
Namun, setelah dicek Tim Cek Fakta Kompas.com, informasi tersebut dibagikan secara tidak utuh sehingga berpotensi keliru dipahami.
Narasi yang beredar
Narasi Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena mengimbau warganya yang terdampak gempa bumi M 7,7 untuk berutang dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, ini, dan ini.
Zulhas Janji Selesaikan Masalah Pangan Korban Gempa NTT: Soal Waktu Kapal Saja...
Berikut narasi yang ditulis di dalam salah satu unggahan:
"Gubernur NTT minta warga terdampak gempa ngutang dulu di warung/toko sembako."

Lihat Foto
Penelusuran Kompas.com
Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena mengeluarkan kebijakan darurat pasca-gempa bumi M 7,7 yang mengguncang wilayah kepemimpinannya.
Melalui Surat Edaran Nomor BU.300.2.1/04/BPBD/2026 tentang Pemenuhan Kebutuhan Makanan, Minuman, Tenda, dan Selimut pada Hari Kejadian Bencana Sebelum Adanya Bantuan, Melki memperbolehkan warganya yang tidak mampu untuk berutang.
Warga boleh utang untuk mengambil makanan, minuman, tenda, dan selimut di toko atau kios terlebih dulu. Nantinya, pemerintah akan membayar tagihan tersebut setelah diverifikasi.
"Ambil dulu bayar kemudian," kata Melki, sebagaimana pernah ditulis Kompas.com, Rabu (19/8/2026).
Kebijakan ini diterapkan agar warga NTT dapat memenuhi kebutuhan dasar mereka sebelum bantuan dari pemerintah tiba.
Dalam surat edaran juga disampaikan mekanisme pengambilan kebutuhan dasar oleh warga.
Pertama, Ketua RT, RW, kepala dusun, atau kampung akan melakukan verifikasi terhadap warga yang benar-benar membutuhkan bantuan karena tidak mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari akibat gempa.
Setelah itu, petugas akan melakukan verifikasi. Warga yang lolos verifikasi dapat mengambil kebutuhan sesuai keperluan masing-masing.
Akan tetapi, pengambilannya dibatasi maksimal untuk kebutuhan selama dua hari.
Selain itu, barang yang sudah diambil juga tidak boleh diberikan kepada orang lain.
Bagi toko atau kios wajib mencatat barang yang diberikan kepada warga terdampak sesuai verifikasi.
Selanjutnya, pemerintah akan memproses pembayaran sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Kebijakan ini berlaku selama kondisi darurat.
Setelah bantuan dari pemerintah tersedia, pemenuhan kebutuhan warga akan kembali dikoordinasi oleh tim penanggulangan bencana.
Ini artinya, mekanisme darurat "ambil dulu, bayar kemudian" dihentikan setelah kebutuhan dasar warga dapat dipenuhi melalui mekanisme tanggap darurat yang telah dikoordinasikan.
Kesimpulan
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi yang menyebut bahwa Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena meminta warganya berutang ke toko kelontong dibagikan secara keliru.
Faktanya, Melki memperbolehkan warga NTT mengambil kebutuhan dasar selama dua hari di toko sembako setelah melalui verifikasi oleh Ketua RT, RW, atau kepala dusun.
Nantinya, tagihan barang-barang yang diambil akan dibayarkan oleh pemerintah sesuai ketentuan yang berlaku.
Kebijakan ini berlaku selama kondisi darurat. Setelah bantuan dan alokasi kebutuhan dasar tersedia, mekanisme "ambil dulu, bayar kemudian" akan dihentikan.
Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT
Tangani Gempa NTT, Mendagri Tito Soroti Pemda Jangan Sampai Korban Viral soal Bantuan