Prabowo Diminta Presiden Korea Selatan Jadi Penghubung Dialog dengan Korea Utara, Siap ke Pyongyang - Informasi
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan taklimatnya pada pertemuan dengan pengusaha Kadin pusat dan daerah seluruh Indonesia di Istana Negara, Jakarta, pada Jumat, (31/7/2026). Foto: BPMI Setpres/Cahyo
https://cdn.informasi.com/informasi-public/media/images/presiden-prabowo-subianto-menyampaikan-taklimatnya-pada-pertemuan-dengan-pengusaha-kadin-pusat-dan-daerah-seluruh-indonesia-di-istana-negara-jakarta-pada-jumat-3172026-foto-bpmi-setprescahyo-01082026-6242.webp
Ikhtisar
- • Presiden Prabowo Subianto mengungkap Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung meminta dirinya membantu membuka dialog dengan Korea Utara.
- • Prabowo menyatakan bersedia memenuhi permintaan tersebut sebagai bagian dari implementasi politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif.
- • Menurut Prabowo, sikap Indonesia yang tidak mencampuri urusan dalam negeri negara lain membuat Jakarta dipercaya dalam geopolitik dunia.
INFORMASI.COM, Jakarta – Presiden RI Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung meminta bantuan kepadanya untuk menjadi penghubung dalam upaya membuka dialog dengan Korea Utara. Permintaan itu disampaikan saat Prabowo melakukan kunjungan ke Seoul beberapa waktu lalu.
Prabowo mengungkapkan hal tersebut ketika menghadiri pertemuan dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) serta asosiasi pengusaha se-Indonesia di Istana Negara, Jakarta, Jumat (31/7/2026).
Menceritakan pertemuannya dengan Presiden Lee, Prabowo mengatakan bahwa pemerintah Korea Selatan berharap Indonesia dapat membantu mencairkan komunikasi dengan Pyongyang.
"Bahkan kunjungan saya terakhir di Korea, di Korea Selatan di Seoul, Presiden Korea Selatan, Presiden Republik Korea ya, minta kepada saya bisa enggak saya berkunjung ke Korea Utara untuk membuka semacam dialog."
Menanggapi permintaan tersebut, Prabowo mengaku menerima tawaran itu dengan penuh penghormatan dan menyatakan kesediaannya untuk menjalankan misi tersebut apabila memang diminta secara resmi.
"Oh saya bilang, 'dengan hormat, dengan rela kalau Yang Mulia minta saya untuk ke Korea Utara, saya akan berangkat'."
Menurut Prabowo, kepercayaan yang diberikan kepada Indonesia tidak terlepas dari konsistensi pemerintah menjalankan politik luar negeri yang berlandaskan prinsip bebas dan aktif. Prinsip itu, kata dia, membuat Indonesia dipandang sebagai negara yang tidak memiliki kepentingan untuk mencampuri urusan domestik negara lain.
"Indonesia dianggap tidak punya kepentingan mau mencampur dalam urusan dalam negeri negara mana pun. Itu yang kita pegang teguh."
Prabowo menjelaskan, pendekatan tersebut membuat Indonesia mampu menjalin hubungan baik dengan berbagai negara, termasuk negara-negara yang memiliki kepentingan strategis berbeda di panggung internasional.
Ia menyebut Indonesia menjaga hubungan dengan Amerika Serikat, Tiongkok, Rusia, Jepang, India, hingga Australia. Di kawasan sendiri, Indonesia juga terus membangun hubungan yang baik dengan negara-negara tetangga, termasuk Papua Nugini.
"Kita ada masalah kadang-kadang, ada yang mau separatis. Tapi kita baik sama tetangga kita, sama PNG kita baik."
Menurut Prabowo, hubungan yang seimbang dengan berbagai pihak menjadi salah satu alasan Indonesia diterima di berbagai forum internasional maupun dalam berbagai upaya diplomasi.
"Ini yang juga membuat kita bisa diterima di mana-mana. Demikian saudara-saudara, Indonesia dianggap tidak punya kepentingan mau mencampur urusan dalam negeri manapun. Itu yang kita pegang teguh. Di Myanmar pun kita pegang teguh itu, kita bisa diterima oleh hampir semua pihak."
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga mengingatkan bahwa kondisi geopolitik global saat ini semakin tidak menentu. Berbagai konflik dan peperangan yang berlangsung di sejumlah kawasan, menurutnya, memiliki dampak yang meluas sehingga tidak bisa dianggap jauh dari kepentingan Indonesia.
Karena itu, ia menilai prinsip politik luar negeri bebas dan aktif tetap relevan sebagai fondasi diplomasi Indonesia di tengah meningkatnya ketegangan internasional. Melalui pendekatan tersebut, Indonesia berupaya menjaga hubungan baik dengan semua pihak sekaligus membuka ruang dialog ketika dibutuhkan oleh negara-negara lain.