Prabowo Subianto Ngaku Tak Mau Pidato Panjang-panjang Lagi - Tribunnews
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Prabowo-pidato-gak-lama.jpg)
WARTAKOTALIVE.COM-Presiden RI Prabowo Subianto mengaku tidak mau lagi pidato terlalu panjang dalam acara seremonial.
Hal itu disampaikan Prabowo saat meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 Gw di Jembrana, Bali pada Selasa (25/8/2026).
Usai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia berpidato, Prabowo kemudian berpidato.
Isi pidato Prabowo sebagian banyak diisi sambutan kepada tamu acara yang hadir.
Hingga Prabowo membuka pidatonya dengan sebuah sindiran terhadap pidatonya selama ini.
Kepala Negara RI itu mengaku tidak akan mengulang pernyataan Bahlil terkait dengan target penghematan pemenuhan energi di Indonesia.
Hal itu lantaran sudah dijelaskan oleh Ketua Umum Partai Golkar itu dalam pidato sebelumnya.
Prabowo kemudian menyinggung soal pidatonya.
Prabowo mengaku tidak akan berpidato lama-lama lagi sambil melirik jam tangan di lengannya.
"Kita akan kita sekarang selalu bicara dengan bukti, ya,"
"Karena itu, ee, tadi sudah dilaporkan Menteri ESDM sekian penghematan, sekian dan saya enggak akan ulangi, ya, supaya pidato jangan terlalu lama. Benar?" kata Prabowo disambut tawa anak buahnya.
Prabowo kemudian memastikan lagi bahwa dirinya tidak akan lagi banyak bicara.
Ketua Umum Partai Gerindra itu kemudian menyinggung media.
"Biar media itu... aman," ucap Prabowo memastikan ke anak buahnya.
"Ya, benar, saya tidak mau banyak bicara, tapi intinya 100 GW kita akan benar-benar menjadi bangsa yang berdiri di atas kaki kita sendiri," paparnya.
Baca juga: Prabowo Minta Nama Perusahaan Sawit Nakal yang Langgar SOP Kebakaran
Total di hari Selasa ini Prabowo hanya berpidato kurang lebih 17 menit termasuk sambutan kepada para pejabat negara.
Hal ini berbeda jauh dari pidato-pidato Prabowo sebelumnya yang rata-rata bisa mencapai 1 jam.
Bahkan dalam pidato Sidang Tahunan MPR RI pada Jumat (14/8/2026), Prabowo berbicara mencapai 115 menit atau hampir 2 jam.
Presiden RI Prabowo Subianto akan melakukan launching dan groundbreaking program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 GWp (Gigawatt peak) di Monumen Operasi Lintas Laut Jawa Bali, Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali, Selasa (25/8/2026).
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan, proyek ini merupakan bagian dari Program Kerja Prioritas Nasional Klaster Kemandirian Energi Air.
"Yang diarahkan untuk memperkuat kemandirian dan ketahanan energi nasional serta mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil," ujar Prasetyo kepada wartawan, Selasa.
Prasetyo mengatakan, Prabowo memang telah menginstruksikan agar pembangunan PLTS 100 GWp dipercepat dan diselesaikan pada 2029, dengan efisiensi biaya listrik diperkirakan mencapai Rp 73,9 triliun per tahun.
Pada 2026, pemerintah menargetkan pembangunan 30 GWp PLTS, sekaligus penghentian 13 GW pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD).
"Indonesia memiliki potensi energi surya sekitar 3.294 GWp, sementara kapasitas terpasang hingga April 2026 baru sekitar 1,5 GWp. Program ini akan dibangun bertahap: Tahap I 17 GWp, Tahap II 18 GWp, dan Tahap III 30 GWp," kata Prasetyo.
Sepanjang 2025, pemerintah telah membangun 15 pembangkit energi baru terbarukan, yang terdiri dari 12 PLTS dan 3 pembangkit listrik tenaga mikrohiro (PLTM) dengan nilai anggaran Rp 103,3 miliar dan akan melayani 1.831 kepala keluarga serta 131 fasilitas umum.
Pada 2026, pembangunan berlanjut di 39 lokasi PLTS Terpadu wilayah 3T untuk 4.259 rumah tangga dengan anggaran Rp 450,2 miliar dan 3 lokasi PLTMH untuk 464 rumah tangga (Rp 50,4 miliar).