Ramai Dipertanyakan Warga, BPS Tegaskan Desil 10 Bukan Berarti Orang Kaya - Kompas
KOMPAS.com - Desil adalah pengelompokan keluarga berdasarkan tingkat kesejahteraan sosial dan ekonomi dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Masyarakat dikelompokkan ke dalam desil 1 hingga 10. Setiap desil mewakili 10 persen kelompok masyarakat berdasarkan tingkat kesejahteraannya.
Desil 1 adalah kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling rendah, sedangkan desil 10 merupakan kelompok kesejahteraan paling tinggi.
Pengelompokan desil tersebut digunakan sebagai salah satu dasar dalam menentukan sasaran penerima berbagai program bantuan sosial.
Apa Saja Indikator yang Menentukan Desil Masyarakat?
Baca juga: Wacana Beli Pertalite Sesuai Desil, Ini Tanggapan Ekonom Energi UGM
Belakangan ini, desil menjadi perbincangan karena wacana pemerintah memberlakukan kebijakan pembelian BBM bersubsidi Pertalite yang bakal dibatasi.
Golongan masyarakat yang masuk ke dalam desil 9 dan 10 disebut tidak akan bisa menggunakan Pertalite.
Dikutip dari Kontan, Jumat (14/8/2026), beberapa orang mengaku masuk ke dalam desil 9 maupun 10 namun tidak sesuai kondisi atau realitanya.
Seseorang yang masuk desil 9 mengaku bahwa dirinya tinggal di rumah kontrakan tipe 36 dengan hanya memiliki satu mobil bekas dan jarang bepergian.
Sementara itu, seseorang lainnya mengaku tercatat di dalam desil 10, meski masih tinggal di rumah kontrakan dan keluarga hanya mengandalkan penghasilan suami sekitar Rp 3 juta per bulan.
Baca juga: Ramai soal Tabel Sistem Desil Terbaru 2026, Ini Penjelasan Kemensos dan Cara Cek Desil
BPS: desil 10 bukan berarti kaya
Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Cilegon menyampaikan, keluarga yang masuk desil 10 bukan berarti semua orang-orang kaya.
Menurut mereka, kelompok desil 10 memiliki kondisi ekonomi yang sangat beragam, mulai kelas menengah hingga mempunyai kekayaan sangat besar.
"Di desil yang sama, ada konglomerat dan ultra-rich dengan penghasilan miliaran hingga triliunan rupiah per bulan. Tapi, ada juga keluarga dengan penghasilan jutaan per bulan," terang BPS Cilegon.
Dengan begitu, desil 10 tidak menunjukkan bahwa seluruh keluarga di dalam kelompok tersebut mempunyai penghasilan atau kekayaan yang sama.
Baca juga: Apa Itu Desil 1-10? Begini Cara Cek Desil Bansos Lewat Link Resmi
Menurut BPS Cilegon, perbedaan kondisi yang sangat lebar dalam desil tersebut menunjukkan adanya ketimpangan ekonomi yang cukup besar.
"Kontras yang begitu tajam di dalam desil 10 itu sendiri menunjukkan betapa ekstremnya ketimpangan ekonomi di Indonesia," papar BPS Cilegon.
Pemeringkatan desil sendiri dilakukan terhadap keluarga, bukan individu. Kondisi ekonomi seorang anggota keluarga tidak bisa dijadikan satu-satunya dasar untuk menilai posisi desil keluarga.
Penghasilan seseorang tidak serta-merta menggambarkan seluruh kondisi ekonomi keluarganya karena masih ada variabel lain yang ikut diperhitungkan.
Begitu pula dengan kepemilikan rumah, kendaraan atau aset lainnya. Satu indikator tidak otomatis menentukan seseorang masuk desil tertentu.
Baca juga: Siapa Masyarakat Desil 9-10 yang Tak Akan Boleh Lagi Beli Pertalite? Ini Kriterianya
Alur pengelompokkan desil
BPS Cilegon menyatakan bahwa seluruh keluarga terlebih dahulu diurutkan berdasarkan kondisi sosial ekonominya.
Setelah itu, keluarga-keluarga tersebut dibagi menjadi 10 kelompok dengan jumlah yang relatif sama.
"Secara gampangnya, desil itu membagi jumlah keluarga menjadi 10 bagian/kotak sama banyak," ungkap BPS Cilegon.
Baca juga: Pertalite Akan Dibatasi untuk Desil Tertentu, Ini Cara Cek Online, Cukup Masukan NIK
Dengan mekanisme tersebut, desil 1 merupakan kelompok dengan peringkat kondisi sosial ekonomi paling rendah, sedangkan desil 10 berada pada peringkat paling tinggi.
Namun demikian, BPS Cilegon menegaskan bahwa desil bukan pengelompokan berdasarkan batas penghasilan tertentu.
Maksudnya, tidak ada aturan bahwa keluarga dengan penghasilan Rp 3 juta otomatis masuk desil tertentu, sementara keluarga dengan penghasilan Rp 20 juta pasti masuk desil lainnya.
"Kotak-kotak inilah yang disebut desil. Jadi, dalam pengelompokan desil tidak ada cut off point. Tidak ada penghasilan sekian masuk desil x, atau aset sekian masuk desil y. Murni berdasarkan pemeringkatan/ranking keluarga," jelas BPS.
Baca juga: Cara Cek Desil Bansos 2026 dari Rumah, Cukup Pakai NIK KTP
Cara cek desil
Masyarakat dapat mengecek informasi desil dan status bantuan sosial melalui aplikasi maupun situs resmi Cek Bansos.
Dilansir dari Kompas.com, Kamis (13/8/2026), cek desil melalui aplikasi Cek Bansos dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:
- Unduh dan bukan aplikasi Cek Bansos
- Memasukkan NIK atau nama sesuai KTP
- Memilih wilayah domisili
- Jika sudah, klik tombol “Cek”.
Masyarakat juga dapat menggunakan fitur usul dan sanggah apabila menemukan data yang dianggap tidak sesuai.
Baca juga: SPBU Cipatujah Tasikmalaya Terima Pembelian Pertalite dengan Jeriken, Pertamina Buka Suara
Sementara itu, cek desil melalui situs Cek Bansos dapat dilakukan dengan langkah berikut:
- Akses situs Cek Bansos
- Masukkan NIK sesuai KTP
- Masukkan kode yang muncul di layar
- Setelah itu, pilih opsi “Cari Data”.
Setelah proses selesai, sistem akan menampilkan informasi terkait data penerima, termasuk nama, kelompok desil, dan status bantuan sosial.
Baca juga: Diduga Layani Pembelian Penimbunan Pertalite, SPBU di Bekasi Ditutup Pertamina
(Sumber: Kontan/Adi Wikanto, Dendi Siswanto | Kompas.com/Alicia Diahwahyuningtyas, Inten Esti Pratiwi)
Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT