Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    MENGHUBUNGKAN TRANSMISI...
    Home Berita Featured Kasus Pendidikan Spesial

    Sekolah Swasta Bingung 995 Senapan Masuknya dari Mana, Ngaku Tak Ada Ekstrakurikuler Menembak - Tribunnews

    6 min read

     

    Istimewa A-A+ TEMUAN SENJATA - Benda berbentuk senjata yang ditemukan di sebuah ruangan sekolah swasta di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan Polres Metro Jakarta Selatan (Tribun Trends/HO/IST) 

    TRIBUN-MEDAN.com - Pengurus yayasan sekolah swasta di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, bingung adanya 995 senapan masuknya dari mana hingga membantah adanya ekstrakurikuler menembak.

    Menurut pihak yayasan, kepengurusan yang baru tidak mengetahui keberadaan senjata-senjata tersebut sebelum ruangan penyimpanan berhasil dibuka.

    Mereka juga mengaku tidak mengetahui bagaimana barang-barang itu bisa berada di lingkungan sekolah maupun pihak yang bertanggung jawab atas penyimpanannya. 

    Baca juga: Satu Bulan Berantas Narkoba, Polres Langkat Ringkus 34 Tersangka dan Sita Sabu hingga Ekstasi

    Yayasan menegaskan ruangan tempat ditemukannya senjata sebelumnya berada di bawah pengelolaan pengurus lama yang kini telah diberhentikan.

    Bantahan tersebut disampaikan di tengah penyelidikan polisi terkait temuan 995 senjata beserta sejumlah barang bukti lainnya di area yayasan.

    Kuasa hukum yayasan, Hermawanto, menyebut para guru yang telah lama mengajar memastikan sekolah tidak pernah menyelenggarakan ekstrakurikuler menembak.

    Pernyataan itu sekaligus bertolak belakang dengan klaim PT Lokta Karya Perbakin yang sebelumnya menyebut ratusan airsoft gun merupakan inventaris legal untuk program ekstrakurikuler yang direncanakan sejak 2021.

    Baca juga: Komentar Jahat ke Pasien BPJS, dr Benny Christian Sihombing Mengundurkan Diri dari RSUD Ruteng

    Di sisi lain, proses penyelidikan oleh aparat kepolisian masih terus berlangsung guna mengungkap asal-usul serta kepemilikan seluruh barang bukti yang ditemukan.

    Meski kasus ini menjadi perhatian publik, pihak yayasan memastikan kegiatan belajar mengajar di sekolah tetap berjalan normal tanpa mengalami gangguan.

    "Kami informasikan berdasarkan informasi dari para guru yang sudah lama di sini, bahwa di sekolah ini tidak pernah ada ekstrakurikuler menembak," ujar Hermawanto kepada wartawan di lokasi, Jumat (7/8/2026).

    Pernyataan ini kontras dengan klaim Direktur Utama PT Lokta Karya Perbakin, Alhadid Endar Putra, yang sebelumnya menyatakan bahwa ratusan airsoft gun tersebut merupakan inventaris berizin untuk kegiatan ekstrakurikuler menembak dan panahan yang telah direncanakan sejak tahun 2021 bersama pembina yayasan saat itu.

    Baca juga: NASIB Pelatih John Herdman di Ujung Tanduk, Usai Gagal di Piala AFF 2026, PSSI Evaluasi Timnas

    Alhadid sempat menyebutkan bahwa barang-barang tersebut legal dan disimpan di gudang sekolah.

    Namun, pihak yayasan menegaskan bahwa pengurus baru sama sekali tidak mengetahui keberadaan barang-barang tersebut sebelum akhirnya ruangan itu berhasil diakses.

    "Kami sebagai pengurus baru tidak mengetahui sama sekali keberadaan senjata itu. Bagaimana masuknya dan siapa yang bertanggung jawab, kami tidak tahu,

    Ruangan tersebut sebelumnya dikelola pengurus lama yang telah kami berhentikan," ujar Hermawanto.

    Di tengah polemik temuan senjata, amunisi, alat pembuat peluru, hingga narkotika dan VCD porno ini, pihak yayasan memastikan bahwa aktivitas belajar mengajar di sekolah tetap berlangsung normal dan tidak terganggu.

    "Semua berjalan dengan baik. Kegiatan belajar mengajar tidak terganggu karena pembongkaran dilakukan pada sore hingga malam hari, di luar jam sekolah," jelas Hermawanto.

    Saat ini, seluruh barang bukti terkait temuan tersebut telah diamankan dan berada dalam penguasaan pihak kepolisian untuk diusut tuntas.

    Sosok Pemilik Senapan

    Kasus penemuan ratusan senapan di sebuah sekolah swasta kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, terus mengungkap fakta baru yang menarik perhatian publik.

    Polda Metro Jaya kini memastikan jumlah senapan yang ditemukan bukan 995 pucuk seperti informasi awal, melainkan mencapai 996 pucuk.

    Koreksi data tersebut disampaikan setelah penyidik melakukan pendataan ulang terhadap seluruh barang yang ditemukan di lokasi.

     Dari total 996 pucuk senapan tersebut, mayoritas merupakan senapan angin yang jumlahnya mencapai 995 pucuk.

    Sementara itu, satu pucuk lainnya dipastikan merupakan senjata api jenis Franchi SPAS-15 kaliber 12 GA.

    Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menjelaskan bahwa hasil pemeriksaan awal telah membedakan antara senapan angin dan senjata api.

    "Dari 996 pucuk yang diduga senjata tadi, kami sampaikan bahwa 995 pucuk merupakan senapan angin, bukan senjata api."

    "Satu pucuk merupakan senjata api jenis Franchi SPAS-15 kaliber 12 GA, ni sudah diamankan oleh penyidik dari Polres Metro Jakarta Selatan," jelas Budi di Polda Metro Jaya, Jumat (7/8/2026).

    Penemuan senjata api tersebut kemudian menjadi fokus penyelidikan lebih lanjut oleh aparat kepolisian.

    Direktorat Intelkam Subdit Wasendak melakukan penelusuran untuk mengetahui asal-usul serta kepemilikan senjata tersebut.

    Hasil pendalaman mengungkap bahwa senpi Franchi SPAS-15 itu tercatat atas nama seseorang berinisial DS.

    Namun, fakta lain yang terungkap menunjukkan bahwa pemilik yang tercatat tersebut telah meninggal dunia pada tahun 2020.

    Temuan itu membuat penyidik harus menelusuri lebih jauh perjalanan dan keberadaan senjata setelah pemiliknya wafat.

    Polisi kini mengamankan senjata tersebut sebagai barang bukti sambil mendalami kemungkinan adanya perpindahan kepemilikan atau penyimpanan yang belum tercatat.

    "Dari hasil pendalaman Direktorat Intelkam Subdit Wasendak, menemukan bahwa Saudara DS sudah meninggal dunia tahun 2020 sehingga senjata ini diamankan untuk penelusuran lebih lanjut," imbuh Budi.

    (Tribun-Medan.com)

    Artikel ini telah tayang di Tribuntrends.com 

    Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

    Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel

    Berita viral lainnya di Tribun Medan 

    Komentar
    Additional JS