Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    MENGHUBUNGKAN TRANSMISI...
    Home Berita Featured Lintas Peristiwa Sangihe Spesial

    Terdengar Ledakan dari Kulkas, Rumah Warga Karatung II Sangihe Ludes Terbakar, Kerugian Rp250 Juta - Tribunnews

    6 min read

     

    Kebakaran di Sangihe

    Peristiwa tersebut diduga dipicu oleh korsleting listrik pada sebuah kulkas yang berada di warung milik korban.

    Tayang:


    Tribun Manado/Eduard Joanly Tahulending

    TERBAKAR - Kebakaran hebat menghanguskan rumah milik keluarga Petonengan-Lombote di Lindongan V, Kampung Karatung II, Kecamatan Manganitu, Kabupaten Sangihe, Kamis (6/8/2026). Peristiwa tersebut diduga dipicu oleh korsleting listrik pada sebuah kulkas yang berada di warung milik korban. 

    Ringkasan Berita:
    • Kebakaran menghanguskan rumah keluarga Petonengan-Lombote di Kecamatan Manganitu, Kepulauan Sangihe, diduga akibat korsleting listrik pada kulkas di warung
    • Warga dan petugas pemadam berjibaku memadamkan api hingga berhasil dikendalikan pada Jumat dini hari
    • Tidak ada korban jiwa, namun kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp250 juta dan penyelidikan masih berlangsung

    TRIBUNMANADO.CO.ID, SANGIHE - Kebakaran hebat menghanguskan rumah milik keluarga Petonengan-Lombote di Lindongan V, Kampung Karatung II, Kecamatan Manganitu, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara (Sulut), Kamis (6/8/2026) malam.

    Peristiwa tersebut diduga dipicu oleh korsleting listrik pada sebuah kulkas yang berada di warung milik korban.

    Kejadian terjadi sekitar pukul 21.30 WITA.

    Saat itu, pemilik rumah, Yusman Petonengan, sedang bersiap untuk beristirahat ketika mendengar suara ledakan kecil dari arah warung yang berdampingan dengan rumahnya.

    Suara tersebut berasal dari bagian belakang kulkas yang digunakan untuk memproduksi es batu.

    Tidak lama kemudian muncul percikan api yang dengan cepat membesar dan menjalar ke seluruh bangunan.

    "Awalnya terdengar suara ledakan kecil dari arah warung. Setelah dicek, api sudah muncul dari belakang kulkas dan dengan cepat membesar," ujar Yusman

    Korban sempat berupaya memadamkan api menggunakan air.

    Namun, kobaran api terus membesar sehingga sulit dikendalikan.

    Situasi semakin berbahaya karena di dalam warung juga tersimpan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar dan Pertalite yang digunakan untuk operasional kapal penangkap ikan milik korban.

    Warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut segera berdatangan untuk memberikan bantuan.

    Fernando Kalendesang yang saat itu melintas bersama keluarganya langsung menghentikan perjalanan dan ikut membantu proses pemadaman.

    Ia kemudian meminta bantuan warga lainnya, termasuk Maximilian Mananohas yang rumahnya berada tidak jauh dari lokasi kejadian.

    Warga bergotong royong memadamkan api secara manual menggunakan peralatan seadanya serta memanfaatkan air dari tambak milik korban.

    Namun, besarnya kobaran api membuat upaya tersebut belum mampu menghentikan laju si jago merah.

    Petugas Pemadam Kebakaran tiba di lokasi sekitar pukul 23.20 WITA dan langsung melakukan penanganan.

    Setelah hampir satu jam berjibaku, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 00.15 WITA, Jumat (7/8/2026).

    Sekitar pukul 01.20 WITA, personel Unit Identifikasi (Inafis) Satreskrim Polres Kepulauan Sangihe tiba di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna memastikan penyebab kebakaran.

    Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

    Namun, rumah beserta sebagian besar harta benda milik keluarga Petonengan-Lombote ludes terbakar.

    Kerugian material akibat kebakaran ini diperkirakan mencapai sekitar Rp250 juta

    Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut.

    Dugaan sementara, kebakaran dipicu oleh arus pendek listrik yang berasal dari kulkas di dalam warung milik korban.

    (TribunManado.co.id/Edu)

    Baca Berita Tribun Manado di Google News

    WhatsApp TribunManado.co.id : KLIK

    Komentar
    Additional JS