Sosial Media
Opsi Update
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Bencana Berita Featured Gempa Bumi Lintas Peristiwa NTT Spesial Trauma Healing

    Trauma Healing bagi Anak-anak Pengungsi Gempa di Sikka NTT - Kompas

    3 min read

     


    MAUMERE, KOMPAS.com - Tim Literasi Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) Kabupaten Sikka, melakukan kegiatan trauma healing bagi para pelajar tingkat SD dan SMP di lokasi pengungsian Gelora Samador Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (18/8/2026).

    Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Sekretaris Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka, Yuvensius Rafael.

    Dalam kegiatan trauma healing tersebut, anak-anak diajak untuk berinteraksi, bernyanyi, dan permainan edukatif lainnya.

    Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka, Very Awales, menyebut bahwa kegiatan trauma healing merupakan salah satu bentuk kepedulian pemerintah terhadap kondisi psikologis anak-anak di tengah situasi bencana.

    China Pantau Gempa NTT: Warganya Terluka, Beijing Siap Kirim Bantuan

    Baca juga: Gempa M 7,7 Guncang Sikka: 4 Tewas, 1.540 Rumah Rusak, 7.104 Mengungsi

    Menurut Very, anak-anak perlu mendapatkan perhatian khusus menghadapi kecemasan karena bencana.

    "Melalui kegiatan literasi yang dikemas secara menyenangkan, kami ingin membantu mereka kembali ceria, mengurangi rasa takut dan kecemasan, serta memberikan ruang bagi anak-anak untuk bermain dan belajar bersama,” ujar Very, Selasa.

    Dia mengatakan, literasi tidak hanya berkaitan dengan aktivitas membaca dan menulis, tetapi juga dapat menjadi sarana membangun kembali semangat, kreativitas, kepercayaan diri dan ketahanan psikologis anak-anak setelah mengalami situasi bencana.

    Kemudian, Very menjelaskan, kegiatan trauma healing dilakukan melalui berbagai aktivitas yang sesuai dengan usia anak, seperti permainan edukatif, membaca buku cerita, bercerita, bernyanyi dan aktivitas kreatif lainnya.

    "Karena itu, kegiatan literasi kami hadirkan dengan pendekatan yang menyenangkan sehingga anak-anak dapat berinteraksi, bermain dan belajar tanpa merasa terbebani,” katanya.

    Dia pun berharap kegiatan trauma healing dapat membantu anak-anak melewati masa sulit pasca-bencana dengan lebih kuat dan tetap memiliki semangat untuk belajar.

    “Bencana boleh membuat kita berhenti sejenak, tetapi tidak boleh mematikan semangat anak-anak untuk terus belajar dan meraih masa depan,” pungkas Very.

    Baca juga: Duka Pengungsi Gempa Sikka, Bayi Meninggal dalam Kandungan, Sang Ibu Terbaring di Tenda Darurat

    Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT

    Media Asing Soroti Indonesia, Rayakan HUT RI di Tengah Duka Gempa NTT

    Komentar
    Additional JS