Update Gempa NTT, BNPB: 91 Orang Meninggal, 51 Persen akibat Reruntuhan Bangunan - Kompas
JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) mencapai 91 jiwa hingga Minggu (23/8/2026).
Jumlah tersebut bertambah empat jiwa dibandingkan data sehari sebelumnya.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan, korban meninggal tersebar di sejumlah kabupaten.
"Saat ini, hingga pukul 18.16 WIB, Minggu, 23 Agustus 2026, jumlah korban meninggal sebanyak 91 jiwa atau bertambah 4 jiwa dari hari sebelumnya, dengan rincian Manggarai 32 jiwa, Manggarai Timur 31 jiwa, Sikka 6 jiwa, Ende 2 jiwa, Manggarai Barat 1 jiwa, Nagekeo 14 jiwa, Ngada 5 jiwa," kata Berton, dalam keterangannya.
Baca juga: Pemprov NTT Fokus Tanggap Darurat Bencana di 7 Kabupaten Flores
Selain korban meninggal, BNPB mencatat sebanyak 1.286 orang mengalami luka akibat gempa.
Manggarai Timur menjadi wilayah dengan jumlah korban luka terbanyak, yakni 643 jiwa.
Selanjutnya Manggarai Barat dengan 504 jiwa.
BNPB juga mengungkap penyebab kematian para korban.
Berdasarkan data yang diterima, sebanyak 51 persen korban meninggal akibat dampak langsung gempa, seperti tertimpa reruntuhan bangunan.
"51 persen korban dinyatakan meninggal disebabkan dampak langsung dari gempa seperti tertimpa reruntuhan bangunan, sedangkan sisanya sebanyak 49 persen meninggal disebabkan dampak tidak langsung," ujar Berton.
Baca juga: Istana Sebut Prabowo Akan ke Lokasi Gempa di NTT dalam Waktu Dekat
Berdasarkan kelompok umur, 39 korban meninggal merupakan lansia, empat batita, satu balita, 12 anak dan remaja, serta 35 orang dewasa.
Sementara berdasarkan jenis kelamin, 40 korban meninggal merupakan laki-laki dan 48 perempuan.
Adapun tiga korban lainnya masih dalam tahap identifikasi.
Di sisi lain, jumlah pengungsi akibat gempa juga terus bertambah.
BNPB mencatat sebanyak 161.084 warga kini mengungsi.
Tiga kabupaten dengan jumlah pengungsi terbanyak yakni Manggarai sebanyak 46.519 jiwa, Nagekeo 34.256 jiwa, dan Manggarai Timur 31.372 jiwa.
Berton mengatakan gempa susulan masih terus terjadi.
Baca juga: Gubernur NTT Terima Bantuan 6,6 Ton Rendang untuk Korban Gempa Flores
Hingga Minggu (23/8/2026), tercatat sebanyak 5.688 kali gempa susulan dengan magnitudo terbesar 6,2 dan terkecil 1,1.
Sebanyak 130 gempa susulan di antaranya dirasakan oleh warga.
"Rangkaian gempa susulan menunjukkan pola temporal yang belum sederhana. Gempa susulan diperkirakan berlangsung sekitar 3 sampai 4 minggu sejak gempa utama," kata Berton.
BNPB mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi gempa susulan.
Namun, warga yang rumahnya tidak mengalami kerusakan akibat rangkaian gempa sebelumnya diimbau dapat kembali ke rumah masing-masing.
"Masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," ujar Berton.
Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT