Sosial Media
Opsi Update
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Bencana Berita BNPB Featured Gempa Bumi Lintas Peristiwa NTT Spesial

    Viral, Pejabat BNPB Wawancara dari Rumah Makan di NTT, Ini Klarifikasinya - Kompas

    5 min read

     

    JAKARTA, KOMPAS.com - Video yang menampilkan diduga seorang pejabat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan wawancara dengan televisi swasta menjadi perbincangan di media sosial.

    Hal tersebut lantaran wawancara jarak jauh itu dilakukan di sebuah kafe atau tempat makan yang disebut berada di kawasan Nusa Tenggara Timur (NTT).

    Dalam video tersebut, terlihat seseorang mengenakan rompi berwarna cokelat dengan logo BNPB sedang duduk di salah satu meja sambil fokus pada laptopnya.

    Dari sudut lain, seseorang mengabadikan layar kaca televisi yang menampilkan pejabat BNPB tersebut sedang melakukan wawancara terkait penanganan pascagempa NTT.

    Camat di NTT Ngamuk pada Petugas BNPB: Saya Stres, Bantuan Sedikit untuk Dibagi pada Banyak Orang

    Baca juga: Kemensos Sebut Penyintas Gempa NTT Alami Takut dan Cemas: Itu Wajar

    Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan membenarkan bahwa sosok dalam video viral tersebut adalah dirinya yang sedang melakukan wawancara dengan televisi.

    Berton menerangkan, wawancara dilakukan sekitar pukul 20.00 waktu NTT di salah satu tempat makan atau kafe yang tidak jauh dari posko.

    Ia memilih lokasi tersebut untuk melakukan wawancara jarak jauh dengan televisi karena kondisinya cukup sepi sehingga memungkinkan wawancara secara langsung berlangsung dengan baik.

    "Kebetulan saya berada di sekitar Labuan Bajo, dan rumah makan tersebut lokasinya dekat dengan bandara yang menjadi salah satu titik Pos Pendukung Logistik BNPB," kata Berton, saat dihubungi Kompas.com, Selasa (25/8/2026).

    Ia menuturkan, sebelum melakukan wawancara, dirinya makan malam terlebih dahulu sembari menunggu waktu siaran langsung dan melakukan koordinasi.

    Baca juga: Update Gempa NTT: 103 Orang Meninggal Dunia dan 1.666 Luka-luka

    "Jadi, bukan dalam konteks sedang bersantai atau meninggalkan tugas. Justru pada saat itu saya tetap menjalankan tugas komunikasi publik, dan wawancara tersebut dilakukan di luar jam kerja, sudah sekitar pukul delapan malam lewat," ungkap dia.

    Berton menegaskan, video yang beredar di media sosial tidak menggambarkan konteks secara utuh.

    Dalam video tersebut, dirinya terlihat seperti melakukan wawancara melalui Zoom dari sebuah rumah makan.

    Ia menjelaskan, pada saat itu dirinya tetap bertugas memberikan pembaruan terkait perkembangan penanganan gempa NTT.

    Baca juga: Ratusan Warga Terdampak Gempa NTT Keluhkan ISPA hingga Gastritis

    "Kenapa tidak dari posko saja? Pada saat itu kami membutuhkan tempat yang cukup tenang untuk melakukan live report agar komunikasi dengan televisi berjalan baik," ujar dia.

    "Posko juga merupakan tempat kerja yang dinamis dengan aktivitas logistik dan koordinasi yang berlangsung terus-menerus. Karena itu kami memilih lokasi terdekat yang memungkinkan wawancara berlangsung dengan baik," sambung dia.

    Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT

    Batas akses KARIN

    Kamu sudah mencapai batas akses KARIN.

    Gabung membership Kompas.com+ MAX untuk bertanya lebih banyak dan memahami berita dengan lebih leluasa.

    Khusus Member

    Akses Tanya Langsung Tersedia untuk Member

    Gabung membership Kompas.com+ MAX untuk bertanya lebih banyak dan memahami berita dengan lebih leluasa.

    Purbaya Soroti Penanganan Bencana Gempa NTT: Saya Tanya Banyak Gak Tahunya…

    Komentar
    Additional JS