Warga Terdampak Gempa di Cibal Barat Butuh Terpal, Makanan, dan Obat-obatan - Kompas
RUTENG, KOMPAS.com – Warga terdampak gempa bumi di Kecamatan Cibal Barat, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), membutuhkan bantuan terpal, makanan, dan obat-obatan.
Sejumlah warga terpaksa mendirikan tenda darurat secara swadaya karena rumah mereka tidak lagi layak dihuni.
Salah seorang warga terdampak, Yohanes Lesing, mengatakan rumahnya mengalami kerusakan akibat gempa yang terjadi pada Sabtu (15/8/2026).
Kepada Kompas.com melalui sambungan telepon, Lesing mengatakan warga saat ini masih membutuhkan sejumlah kebutuhan dasar untuk bertahan di tengah kondisi pascagempa.
China Pantau Gempa NTT: Warganya Terluka, Beijing Siap Kirim Bantuan
“Sekarang kami membutuhkan terpal, makanan, dan obat-obatan. Tenda yang kami bangun secara mandiri sangat darurat,” ujarnya.
Lesing mengatakan, kondisi tersebut membuat warga membutuhkan bantuan segera, terutama perlengkapan untuk tempat berlindung sementara serta kebutuhan pangan dan kesehatan.
Lesing menambahkan, dirinya tengah menuju Kecamatan Reo untuk melayat keluarganya yang turut terdampak gempa.
“Keluarga saya di Reo juga terdampak,” katanya.
Adapun Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menetapkan status tanggap darurat bencana gempa bumi selama 14 hari, mulai 15 hingga 28 Agustus 2026.
Status tersebut ditetapkan Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena melalui Keputusan Gubernur NTT Nomor 305/KEP/HK/2026 tentang Status Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi di Provinsi NTT.
Keputusan itu ditetapkan di Kupang pada 15 Agustus 2026, menyusul gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Pulau Flores pada hari yang sama.
Gempa tersebut berpusat sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, dengan kedalaman 15 kilometer.
Hingga Senin (17/8/2026), ribuan rumah warga beserta ratusan fasilitas umum (fasum) dan infrastruktur tercatat mengalami kerusakan.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTT, jumlah rumah mengalami kerusakan ringan hingga berat mencapai 7.968 unit.
Selain rumah warga, sebanyak 744 fasum dan infrastruktur juga tercatat mengalami kerusakan akibat gempa NTT.
Dengan pendataan yang masih berlangsung, jumlah rumah dan fasum yang terdampak gempa M 7,7 NTT masih dapat berubah mengikuti hasil verifikasi di lapangan.
Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT
Tangani Gempa NTT, Mendagri Tito Soroti Pemda Jangan Sampai Korban Viral soal Bantuan