Sosial Media
Opsi Update
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Featured Kesehatan Makan Bergizi Gratis Spesial

    1.653 Sekolah Swasta Tidak Lagi Terima MBG - Berkatnewstv

    3 min read

     

    Breaking News 1.653 Sekolah Swasta Tidak Lagi Terima MBG Orang Muda Katolik dan Tokoh Adat Dayak Harus Lawan Narkoba Heli WB dan Chinook Jepang Batal Operasi Akibat Jarak Pandang Rendah 34 Desa di Sambas Rawan Karhutla Rp60 Miliar Anggaran Karhutla Kalbar. Rp40 Miliar dari Pusat
    1.653 Sekolah Swasta Tidak Lagi Terima MBG
    Badan Gizi Nasional (BGN) telah menghapus 1.653 sekolah swasta penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sekolah - sekolah swasta tersebut merupakan sekolah unggulan bertaraf nasional dan internasional yang juga tidak tergantung Dana Bantuan Operaional Sekolah (BOS). Foto: ilustrasi

    Jakarta, BerkatnewsTV. Badan Gizi Nasional (BGN) telah menghapus 1.653 sekolah swasta penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG).

    Sekolah – sekolah swasta tersebut merupakan sekolah unggulan bertaraf nasional dan internasional yang juga tidak tergantung Dana Bantuan Operaional Sekolah (BOS).

    “Saya telah mengeluarkan 1.653 satuan pendidikan/sekolah dari daftar penerima manfaat MBG di seluruh Indonesia. Sekolah-sekolah tersebut meliputi sekolah swasta bertaraf internasional, sekolah yang bekerja sama dengan institusi internasional maupun nasional, serta sekolah yang telah mandiri secara finansial tidak bergantung pada Dana BOS,” ungkap Kepala Badan Gizi Nasional, Sudaryono dalam keterangan resminya yang dikutip, Minggu (13/9/2026).

    Mas Dar sapaan karibnya menyebutkan dalam pelaksanaan pendataan penerima manfaat, BGN terus berkoordinasi dan bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta Kementerian Agama untuk memastikan data satuan pendidikan yang menjadi sasaran Program MBG sesuai dengan kondisi di lapangan.

    Baca Juga:

    “Dari 580.000 sekolah, saat ini lebih dari 340.000 sekolah telah mendapatkan Program MBG. Artinya masih ada 240 ribu sekolah yang belum terima program MBG,” tuturnya.

    Pihaknya sambung Mas Dar telah banyak menerima surat permohonan dari sekolah yang belum mendapatkan MBG. “Kami akan investigasi dan layani secara bertahap sesuai dengan tahapan yang kami punyai,” terangnya.

    Namun ia tegaskan prioritasnya adalah sekolah yang berada di wilayah 3T (Terdepan, Terluar dan Tertinggal) termasuk wilayah lain yang angka stuntingnya masih tinggi seperti di Maluku dan Papua masih ada 15 ribu yang belum terlayani Program MBG.

    “Kami akan segera buka SPPG di tempat prioritas itu secara bertahap dan terukur sehingga implempentasi SPPG bwerjalan baik dan program MBG tepat sasaran,” ujarnya.(tmB)

    Komentar
    Additional JS