Sosial Media
Opsi Update
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Kasus Lintas Peristiwa Spesial

    Motif 3 Pengeroyok Bambang hingga Tewas di Pejompongan, Kesal Pekerjaan Terganggu - Kompas

    5 min read

     

    JAKARTA, KOMPAS.com - Polisi mengungkap motif tiga tersangka mengeroyok seorang warga bernama Bambang Setiawan (59) hingga tewas dalam kericuhan di Jalan Pejompongan Raya, Jakarta Pusat, Kamis (27/8/2026).

    Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanuddin menyebut para pelaku melakukan penganiayaan karena merasa kesal lantaran pekerjaan mereka terganggu karena kericuhan.

    "Terkait motif, para pelaku merasa ada terganggu dengan peristiwa yang terjadi saat mereka bersama-sama melintas, karena kebetulan para pelaku ini mencari nafkah di sekitaran atau area tempat kejadian perkara," tutur Iman dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Sabtu (12/9/2026).

    Baca juga: Ini Peran Tiga Pelaku Pengeroyokan Bambang hingga Tewas di Kericuhan Pejompongan

    Iman menyebut, para tersangka yang berinisial FP (23), DS (33), dan DDS (29) sehari-harinya berprofesi sebagai pekerja kasar serabutan yang sedang bekerja di sekitar tempat kejadian perkara (TKP).

    Diincar Houthi, Kenapa Selat Bab El Mandeb Sangat Penting?

    Ketika melihat adanya kericuhan, para tersangka disebut tersulut emosi karena demonstrasi ternyata berujung hingga malam hari.

    Mereka pun kemudian memutuskan untuk ikut melakukan kerusuhan dan secara spontan mengincar warga maupun pedemo di lokasi kejadian.

    Baca juga: 3 Pengeroyok Bambang di Pejompongan Ditangkap di Babakan Madang Bogor

    "Jadi para tersangka ini mengalami kekesalan dan ikut serta secara serta-merta pada saat terjadi kerusuhan di lokasi. Untuk profilnya sendiri bahwa ketiganya merupakan pekerja kasar, serabutan, yang mencari pekerjaan-pekerjaan yang dadakan," tutur Iman.

    Tak Terafiliasi dengan Ormas

    Iman pun memastikan bahwa para tersangka merupakan warga sipil biasa yang tidak terafiliasi dengan instansi atau organisasi apa pun.

    Termasuk, pelaku dipastikan bukan merupakan bagian dari ormas GRIB Jaya yang sebelumnya sempat ikut hadir membubarkan massa sambil membawa bambu.

    Baca juga: Polisi Tangkap 3 Pengeroyok Bambang hingga Tewas di Pejompongan Usai Demo 27 Agustus

    "Kami pastikan tidak ada (afiliasi). Dari hasil keterangan yang disampaikan oleh para pelaku itu sendiri, mereka tidak terafiliasi dengan organisasi atau pun anggota organisasi tertentu," ujarnya.

    Para tersanga kemudian dilacak polisi menggunakan temuan dari sidik jari laten pada potongan kayu dan bambu yang digunakan untuk memukul korban di Jalan Pejompongan Raya.

    "Kemudian, setelah dilakukan surveillance (pengintaian), para terduga pelaku terlacak berada di sebuah rumah makan di kawasan Babakan Madang, Kabupaten Bogor," ucap Iman.

    Baca juga: Keluarga Bambang dan Fatur Korban Pengeroyokan di Pejompongan Jakpus Diberangkatkan Umrah

    Polisi pun melakukan penangkapan sekaligus menyita barang bukti berupa berupa lima buah gelas kaca, delapan piring, dan sendok di rumah makan tersebut yang dipakai oleh FP.

    "Hasil sidik jari laten pada potongan kayu memiliki kecocokan (identik) dengan hasil sidik jari laten pada piring dan gelas yang dimiliki sidik jari saudara FP (tersangka)," kata dia.

    Atas perbuatannya, ketiga tersangka dijerat dengan Pasal 262 Ayat (3) atau Ayat (4) dan Pasal 466 Ayat (2) atau Ayat (3) KUHP dengan ancaman hukuman penjara hingga maksimal 12 tahun penjara.

    Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.

    Batas akses KARIN

    Kamu sudah mencapai batas akses KARIN.

    Gabung membership Kompas.com+ MAX untuk bertanya lebih banyak dan memahami berita dengan lebih leluasa.

    Khusus Member

    Akses Tanya Langsung Tersedia untuk Member

    Gabung membership Kompas.com+ MAX untuk bertanya lebih banyak dan memahami berita dengan lebih leluasa.

    Kisah Heroik Flight 93, Gagalnya Pesawat Keempat Serangan 11 September

    Komentar
    Additional JS