3 Pekan Padam, Karhutla Kembali Membara di Gunung Bromo - SindoNews
Makin mudah baca berita nasional dan internasional.
Jum'at, 11 September 2026 - 07:54 WIB

Kebakaran hutan dan lahan (Kahurtla) kembali melanda kawasan Gunung Bromo setelah sempat padam tiga pekan. Titik api muncul pertama pada Kamis petang (10/9/2026) di kawasan Savana Pengol hingga perbukitan. Foto/Ist
A A A
MALANG - Kebakaran hutan dan lahan (Kahurtla) kembali melanda kawasan Gunung Bromo setelah sempat padam tiga pekan. Titik api muncul pertama pada Kamis petang (10/9/2026) di kawasan Savana Pengol hingga perbukitan.
Api membara dari bawah diabadikan oleh pengemudi jeep yang tengah membawa wisatawan ke kawasan Gunung Bromo. Api diketahui muncul di perbukitan Savana Pengol, masuk wilayah Kabupaten Probolinggo, yang berada tepat di timur Gunung Bromo, dan utara dari Lembah Watangan.
Baca juga: Kebakaran Meluas, Akses Wisata Gunung Bromo Ditutup Total
Kobaran api terlihat jelas karena di bawah terdapat Jalan lingkar Kaldera Tengger (JLKT), yang merupakan akses utama mobilitas di Lautan Berbisik, dari Probolinggo menuju Malang, Lumajang, dan Probolinggo.
Kencangnya angin yang berhembus pada Kamis malam, membuat api kian meluas menyelimuti perbukitan dari titik awal Savana Pengol. Belum diketahui secara pasti berapa luasan area yang terbakar di kawasan Savana Pengol.
Pranata Humas Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB-TNBTS) Endrip Wahyutama membenarkan adanya kebakaran lagi di kawasan Gunung Bromo. Kali ini titik api berada di perbukitan sisi timur gunung.
"Terkait kejadian kebakaran di kawasan Bromo, sementara kami sampaikan bahwa benar telah terjadi kebakaran di kawasan Savana Pengol. Berdasarkan informasi awal, kejadian diketahui pada Kamis sore, 10 September 2026," kata Endrip Wahyutama, dikutip Jumat (11/9/2026).
Baca juga: 176,20 Hektare Kawasan Gunung Bromo Terbakar, Pemadaman via Darat dan Udara
Api disebut Endrip membakar sebagian besar vegetasi di Savana Pengol berupa Pohon Cemara Gunung, Mentigi, Kemlandingan Gunung, Semak Belukar, hingga tumbuhan bawah seperti Teki, Sere Gunung, dan Anggrek Tanah.
Meski api sudah membara, pihaknya selaku pengelola kawasan taman nasional belum mengetahui asal titik api dan sumbernya dari mana. Sebab titik tersebut sebenarnya belum terbakar ketika kebakaran pada Agustus lalu.
"Untuk detail terkait titik awal maupun penyebab kebakaran, saat ini belum dapat kami sampaikan karena petugas masih melakukan penanganan dan pemantauan di lapangan. Penanganan saat ini melibatkan unsur petugas TNBTS, Manggala Agni, dan Masyarakat Peduli Api (MPA). Kami juga masih melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk mendukung penanganan di lapangan," jelasnya.
Meski titik api kembali muncul dan membesar, aktivitas wisatawan masih belum ditutup. Pihak taman nasional masih berkoordinasi dengan sejumlah pihak guna memastikan urgensi penutupan kembali akses wisatawan setelah dibuka pada 20 Agustus 2026 lalu. Bahkan beberapa wisatawan juga masih berada di sekitar lokasi titik api, tapi tetap dengan pembatasan dan arahan petugas serta pemandu di lapangan.
"Status akses dan kegiatan wisata Gunung Bromo, saat ini pimpinan masih berada di lokasi kebakaran dan proses koordinasi masih berlangsung. Untuk sementara belum ada informasi terkait perubahan status akses yang dapat kami sampaikan," tukasnya.
Sebelumnya Gunung Bromo juga pernah terbakar sejak Selasa 3 Agustus 2026 sore hari. Api terus membesar membakar vegetasi tanaman yang terdiri dari mentigen, akasia, semak belukar, hingga cemara gunung.
Ribuan petugas gabungan berjibaku sejak Selasa 3 Agustus hingga berhasil padam pada 15 Agustus 2026. Tercatat luasan area yang terbakar mencapai 1.121,66 hektar. Operasi pemadaman sendiri dinyatakan ditutup pada Selasa 18 Agustus 2026, setelah tim gabungan dari Satuan Tugas (Satgas) melakukan evaluasi menyeluruh wilayah TNBTS, hingga akhirnya aktivitas Wisata Gunung Bromo dibuka pada 20 Agustus 2026.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rekomendasi
Infografis

Daftar 14 Zona Megathrust di Indonesia, Sumber Potensi Gempa Besar Nusantara
Terpopuler
1
2
3
4
5





