Sosial Media
Opsi Update
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Bencana Berita Featured Gunung Meletus Lintas Peristiwa Spesial

    4 Gunung Api Erupsi Bersamaan, Pemerintah Didesak Tak Telat Beri Peringatan Bencana - Tribunnews

    5 min read

     

    Gawat! 4 gunung api di Indonesia meletus bersamaan. DPR mendesak pemerintah gerak cepat dan tak telat beri info bencana. Simak detailnya!

    Tayang:

    Ringkasan Berita:
    • Empat gunung api aktif—Gunung Anak Krakatau, Ibu, Ili Lewotolok, dan Semeru—erupsi dalam periode berdekatan pada Minggu (6/9/2026).
    • Komisi V DPR RI mendesak pemerintah memperkuat koordinasi terpadu antara pemantau vulkanik, otoritas transportasi, dan tim penanggulangan bencana.
    • Informasi pembatalan atau pengalihan rute penerbangan dan pelayaran wajib disampaikan sedini mungkin agar penumpang tidak terlantar di bandara maupun pelabuhan.

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Empat gunung api aktif di Indonesia—Gunung Anak Krakatau (Lampung), Gunung Semeru (Jawa Timur), Gunung Ili Lewotolok (NTT), dan Gunung Ibu (Maluku Utara)—tercatat mengalami erupsi secara bersamaan pada Minggu (6/9/2026) pagi. Fenomena langka ini memicu desakan dari Komisi V DPR RI agar pemerintah segera memperkuat sistem peringatan dini terpadu dan kesiapsiagaan transportasi nasional.

    Meluasnya sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau hingga ke Banten, Jawa Barat, dan Jakarta mengancam kelancaran konektivitas penerbangan maupun pelayaran.

    Mengantisipasi kekacauan jadwal perjalanan, Komisi V DPR RI meminta Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan operator transportasi bergerak cepat menyampaikan kepastian operasional secepat mungkin.

    Langkah antisipasi dini dinilai krusial agar masyarakat terhindar dari penumpukan dan ketidakpastian saat hendak bepergian.

    "Jangan sampai masyarakat hanya mengetahui gangguan setelah berada di bandara, pelabuhan, atau dalam perjalanan. Informasi harus diberikan sedini mungkin agar masyarakat dapat mengambil keputusan dengan aman," tegas Anggota Komisi V DPR RI, Ade Ginanjar, kepada Tribunnews, Minggu (6/9/2026).

    Satu Data Selamatkan Nyawa

    Menghadapi risiko dampak yang kian meluas, Ade mendesak integrasi data real-time antara Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Kemenhub, serta Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas).

    Selain kejelasan jadwal perjalanan, Basarnas diinstruksikan menyiagakan personel dan peralatan evakuasi darat maupun perairan.

    "Kita tidak boleh melihat setiap erupsi sebagai kejadian yang berdiri sendiri. Prioritas kita adalah menyelamatkan masyarakat. Transportasi harus aman, informasi harus cepat dan akurat, serta Basarnas harus siap," lanjut Ade.

    Baca juga: BREAKING NEWS: Pemerintah Lanjut Tutup 8 Bandara Hingga Tengah Malam, Cek Daftarnya!

    Dapur Magma Terpisah

    Di tengah kekhawatiran warga akan letusan berantai, PVMBG bersama Badan Geologi mengonfirmasi bahwa tinggi kolom abu vulkanik mencatatkan variasi: Gunung Semeru setinggi 1.000 meter, Gunung Ili Lewotolok 600 meter, dan Gunung Ibu 400 meter.

    Otoritas geologi menegaskan erupsi yang terjadi berbarengan ini tidak saling memicu karena setiap gunung memiliki dapur magma terpisah di sepanjang jalur Cincin Api Pasifik (Pacific Ring of Fire).

    Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, mematuhi batas radius aman, serta disiplin menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.

    Komentar
    Additional JS