Sosial Media
Opsi Update
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Dunia Internasional Featured Kasus Keracunan Kesehatan Lintas Peristiwa Makan Bergizi Gratis Spesial Taiwan

    87 Siswa di Taiwan Diare Usai Santap MBG, Penyedia Ditutup dan Terancam Denda Rp 111 Miliar - Kompas

    5 min read



    TAIPEI, KOMPAS.com - Sebanyak 87 siswa di Taipei, Taiwan, mengalami diare setelah menyantap makanan bergizi gratis di sekolah pada Senin (7/9/2026).

    Peristiwa tersebut terjadi di Taipei Municipal Cheng Yuan High School.

    Sebagaimana dilansir Taipei Times, Kamis (10/9/2026), para siswa mulai mengalami gejala yang diduga berkaitan dengan keracunan makanan pada sekitar pukul 22.00 waktu setempat, beberapa jam setelah menyantap makan siang yang disediakan melalui program makan bergizi gratis.

    Baca juga: Kolab dengan Kampus China dan Taiwan, UBM Bikin Pusat Riset AI

    Dugaan keracunan itu kini tengah diselidiki otoritas Taiwan. Penyedia makanan yang memasok menu tersebut telah dihentikan operasionalnya dan kontraknya diputus.

    231 Siswa Sakit Setelah Santap MBG, SPPG Gembong 1 Pati Ditutup

    Pihak penyedia juga terancam denda hingga 200 juta dollar Taiwan (sekitar Rp 111 miliar) jika terbukti melanggar aturan keamanan dan sanitasi pangan.

    Kasus ini mencuat setelah anggota Dewan Kota Taipei Lin Liang-chun menerima keluhan dari orangtua siswa.

    Mereka melaporkan bahwa makanan yang disediakan sekolah diduga mengandung daging yang sudah tidak layak konsumsi dan mengeluarkan bau yang mencurigakan.

    Lin kemudian meminta Departemen Kesehatan Taipei menyelidiki laporan tersebut.

    87 siswa mengalami diare

    Departemen Kesehatan Taipei mengatakan, telah menerima laporan dari pihak sekolah pada Selasa (8/9/2026) sekitar pukul 11.00.

    Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa 87 siswa secara bertahap mengalami diare dan gejala yang diduga merupakan keracunan makanan sejak Senin malam.

    Karena jumlah siswa yang terdampak telah melampaui ambang batas 50 orang untuk dugaan kejadian keracunan makanan, petugas kesehatan langsung dikirim ke sekolah untuk melakukan penyelidikan.

    Petugas juga mengambil sejumlah sampel dan memerintahkan penghentian sementara layanan makan siang di sekolah.

    Dikutip dari Focus Taiwan, dari pemeriksaan di lokasi, petugas menemukan lima masalah sanitasi. Di antaranya adalah bagian bawah lemari pendingin, rak, dan bingkai yang kotor, serta adanya genangan air di lantai.

    Departemen Kesehatan kemudian memerintahkan pengelola memperbaiki seluruh masalah tersebut paling lambat Jumat (11/9).

    Jika tidak memenuhi perintah perbaikan, pengelola dapat dikenai denda hingga NT$200 juta atau sekitar Rp 111 miliar.

    11 sampel diperiksa

    Untuk mengetahui penyebab kejadian, petugas mengambil 11 sampel yang terdiri atas sisa makanan, sampel lingkungan, serta sampel dari tangan pekerja dapur.

    Seluruh sampel tersebut kemudian diperiksa untuk mengetahui apakah terdapat kontaminasi yang menyebabkan para siswa mengalami gejala sakit.

    Departemen Kesehatan Taipei mengatakan hasil pemeriksaan akan digunakan untuk melakukan penilaian secara menyeluruh terhadap kasus tersebut.

    Jika nantinya kasus dikategorikan sebagai keracunan makanan dan ditemukan pelanggaran terhadap Undang-Undang Pengelolaan Keamanan dan Sanitasi Pangan, penyedia dapat dikenai denda mulai 60.000 hingga 200 juta dollar Taiwan.

    Meski begitu, pemeriksaan awal menunjukkan bahwa daging yang digunakan dalam makanan pada Senin memenuhi persyaratan Certified Agricultural Standards (CAS) untuk ketertelusuran bahan pangan.

    Penyedia makanan diputus kontrak

    Wali Kota Taipei Chiang Wan-an mengatakan pemerintah kota telah mengambil langkah untuk memastikan keamanan makanan di sekolah.

    Pemerintah kota juga memutus kontrak dengan penyedia makanan yang terkait dengan kejadian tersebut dan mengaktifkan mekanisme cadangan untuk memastikan layanan makan tetap berjalan.

    Untuk sementara, penyediaan makanan pada Selasa dialihkan kepada pihak eksternal. Layanan akan dikembalikan seperti semula setelah keamanan pangan dipastikan.

    Chiang menyampaikan, pemerintah juga menelusuri sumber bahan makanan, melakukan pembersihan dan disinfeksi lingkungan, serta memeriksa proses memasak dan pengangkutan makanan.

    Pemerintah Kota Taipei juga akan meningkatkan inspeksi mendadak terhadap keamanan makanan di sekolah-sekolah.

    Seluruh siswa sudah kembali sekolah

    Departemen Pendidikan Taipei mengatakan sebagian besar siswa yang terdampak tetap dapat mengikuti kegiatan sekolah.

    Dari 87 siswa kelas 9 yang mengalami diare, hanya satu siswa yang memilih beristirahat di rumah pada Selasa. Sementara siswa lainnya kembali mengikuti kegiatan belajar seperti biasa.

    Pada Rabu, Chiang mengungkapkan, seluruh siswa yang terdampak telah kembali ke sekolah.

    Pemerintah kota akan melakukan pemantauan khusus terhadap kondisi kesehatan mereka sekaligus menindaklanjuti hasil pemeriksaan penyebab kejadian tersebut.

    Otoritas kesehatan Taipei juga mengimbau masyarakat memperhatikan kebersihan tempat pengolahan dan konsumsi makanan, menghindari makanan mentah atau kurang matang, serta segera mengonsumsi makanan setelah disajikan untuk mencegah keracunan makanan.

    Masyarakat yang mengalami gejala yang diduga akibat keracunan makanan diminta segera mencari pertolongan medis dan melaporkan kejadian tersebut kepada otoritas terkait.

    Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT

    Komentar
    Additional JS