Biaya Sewa Kapal Tanker Cetak Rekor Termahal, Ongkos Kirim Minyak Bikin Boncos - Sindonews
Senin, 14 September 2026 - 07:23 WIB

Perang yang berkecamuk di kawasan Teluk tidak hanya membakar kapal-kapal di perairan, tetapi juga memicu ledakan harga di industri logistik energi global. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Perang yang berkecamuk di kawasan Teluk tidak hanya membakar kapal-kapal di perairan, tetapi juga memicu ledakan harga di industri logistik energi global. Tarif sewa kapal tanker minyak terbesar di dunia-Very Large Crude Carriers (VLCC) atau supertanker- resmi menyentuh rekor tertinggi sepanjang sejarah setelah terjadi gelombang serangan paling sengit terhadap jalur pelayaran sejak perang AS-Iran meletus pada akhir Februari lalu.
Berdasarkan data Baltic Exchange, tarif pengiriman supertanker untuk rute pemuatan dari Teluk Oman menuju China melesat hingga mendekati skala Worldscale 450, atau setara dengan USD11,50 (sekitar Rp200.957) per barel minyak. Angka ini merupakan rekor tertinggi sejak indeks acuan ini diperkenalkan menyusul pecahnya perang AS-Israel lawan Iran.
Lonjakan ekstrem pada tarif sewa tanker dipicu oleh eskalasi konflik bersenjata secara terbuka di perairan Teluk. Iran mengklaim telah menyerang 10 kapal di sekitar Selat Hormuz pada Rabu lalu sebagai respons balasan setelah Angkatan Laut AS menenggelamkan lima kapal tanker minyak milik Iran.
Baca Juga: Rahasia Jalur Gelap Selat Hormuz Terbongkar! Goldman Sachs Klaim Aliran Minyak Mentah Pulih
Di sisi lain perairan, kelompok Houthi yang bersekutu dengan Iran dilaporkan telah mencapai Pulau Perim di Selat Bab el-Mandeb, sebuah posisi kunci untuk memperketat kendali atas jalur maritim vital yang menghubungkan Laut Merah dan Samudra Hindia.
Ketakutan akan aksi balas dendam militer membuat para pemilik kapal enggan memasuki perairan Teluk. Minimnya ketersediaan kapal tanker yang berani beroperasi di kawasan tersebut otomatis memicu lonjakan harga sewa secara drastis.
Baca Juga: 45 Kapal Tanker Masuk Daftar Hitam Iran, Kargo Pelanggar Selat Hormuz Bakal Disita
Eskalasi militer ini menimbulkan efek domino yang meluas ke luar kawasan Teluk. Menurut Ioannis Papadimitriou, analis senior dari firma analisis Vortexa, tingginya risiko keamanan tidak hanya mengerek tarif di Teluk Oman, tetapi juga mendorong tarif tanker untuk rute Afrika Barat ke Asia menyentuh rekor tertinggi baru.
Jika tarif pengiriman minyak berbiaya tinggi ini bertahan dalam jangka panjang, dampaknya akan langsung menjalar ke perekonomian riil. Lonjakan biaya distribusi ini dipastikan memicu tekanan inflasi baru, menambah beban operasional dunia usaha, dan ujung-ujungnya merembet pada kenaikan harga barang konsumen di berbagai belahan dunia.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rekomendasi
Infografis

Akula, Kapal Selam Nuklir Terbesar di Dunia Bikin Merinding
Terpopuler
1
2
3
4
5





