BPBD Sumsel Catat Rekor 12.748 Hotspot di Agustus 2026, Tertinggi Sejak 2015 - Kompas
PALEMBANG, KOMPAS.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan mencatat lonjakan signifikan jumlah titik panas atau hotspot sepanjang Agustus 2026.
Dalam periode satu bulan tersebut, total hotspot di wilayah Sumsel mencapai 12.748 titik, angka yang menjadi rekor tertinggi sejak pencatatan dilakukan pada 2015.
Kabid Penanganan Darurat dan Logistik BPBD Sumsel, Sudirman, mengatakan bahwa capaian tersebut bahkan melampaui rekor sebelumnya yang terjadi pada September 2015.
"Jumlah tersebut menjadi yang tertinggi untuk catatan hotspot bulanan sejak 2015," kata Sudirman di Palembang, Rabu (2/9/2026) dikutip dari Antara.
BMKG Catat 1.104 Titik Panas di Sumatera, Karhutla Meluas di Sejumlah Wilayah
Baca juga: Karhutla Dekati Habitat Gajah Sumatera di OKI Sumsel, Water Bombing Dikerahkan
Apa arti peningkatan hotspot di Sumsel tahun ini?
Hotspot merupakan salah satu indikator penting yang digunakan untuk mendeteksi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Meski demikian, keberadaan hotspot tidak selalu berarti telah terjadi kebakaran, melainkan menjadi sinyal awal adanya potensi peningkatan suhu panas di suatu wilayah.
Berdasarkan catatan BPBD Sumsel, jumlah hotspot tertinggi sebelumnya terjadi pada September 2015 dengan 11.584 titik.
Sementara secara akumulasi tahunan, tahun 2015 masih menjadi rekor tertinggi dengan total 27.043 titik panas sepanjang Januari hingga Desember.
Baca juga: Hujan Mulai Guyur Sumsel, BMKG Ingatkan Potensi Karhutla Belum Hilang
Mengapa hotspot meningkat tajam pada Agustus 2026?
BPBD Sumsel menjelaskan bahwa lonjakan hotspot tahun ini dipengaruhi oleh menguatnya fenomena El Nino yang bertepatan dengan puncak musim kemarau pada Agustus hingga September.
Kombinasi dua faktor tersebut menyebabkan kondisi cuaca menjadi lebih kering dari biasanya, sehingga meningkatkan potensi munculnya titik panas di berbagai wilayah rawan karhutla.
Situasi ini membuat pemerintah daerah meningkatkan status kewaspadaan, terutama di daerah yang memiliki tingkat kerawanan kebakaran hutan dan lahan yang tinggi.
Wilayah mana yang paling banyak ditemukan hotspot?
Berdasarkan rekapitulasi BPBD Sumsel, sejumlah daerah di Sumatera Selatan menjadi penyumbang terbesar titik panas selama Agustus 2026. Wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak adalah:
- Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI): 4.751 titik
- Musi Banyuasin: 1.813 titik
- Muara Enim: 1.536 titik
- Banyuasin: 1.432 titik
BPBD Sumsel menegaskan bahwa hotspot tidak dapat langsung disimpulkan sebagai titik kebakaran aktif. Namun, data tersebut tetap menjadi acuan penting dalam memetakan potensi karhutla di suatu wilayah.
Baca juga: BNPB Catat Karhutla di Sumsel Turun 88 Persen dalam Tiga Tahun Terakhir
Seiring meningkatnya jumlah hotspot pada Agustus 2026, kejadian kebakaran hutan dan lahan juga ikut mengalami peningkatan di berbagai daerah Sumsel.
Hingga 30 Agustus 2026, tercatat sebanyak 2.095 kejadian karhutla di wilayah tersebut. Kabupaten OKI kembali menjadi daerah dengan kejadian terbanyak, yakni mencapai 363 kasus.
Meski secara bulanan jumlah hotspot sangat tinggi, BPBD Sumsel mencatat adanya tren penurunan dalam beberapa hari terakhir.
Dari sebelumnya mencapai ribuan titik per hari, kini jumlah hotspot yang terpantau sudah berada pada kisaran ratusan titik.
Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT
1.487 Titik Panas Terdeteksi, Karhutla Ancam Kesehatan hingga Ganggu Penerbangan