Breaking News : Ternyata Ini Menunya, Ratusan Pelajar SMA N 1 Lasem Diduga Keracunan MBG - Radio R2B Rembang
Lasem – Dugaan keracunan makan bergizi gratis (MBG) dialami para pelajar SMA N 1 Lasem.
Mereka harus dipulangkan lebih awal pada hari Kamis (03 September 2026) sekira pukul 08.30 Wib, karena toilet sekolah tidak mampu menampung banyaknya siswa yang mengalami gejala diare, perut mual dan muntah-muntah.
Bahkan sampai pukul 10.15 Wib, setidaknya sudah ada sekira 10 pelajar yang dibawa ke Puskesmas Lasem, untuk menjalani perawatan. Jumlah itu dimungkinkan semakin bertambah.
Salah satu orang tua murid yang kami rahasiakan identitasnya menjelaskan anaknya dalam kondisi lemas, sehingga harus mendapatkan penanganan medis.
“Ya ikut dirawat ini,” ungkapnya.
Dugaan keracunan MBG berawal dari menu yang dibagikan pada hari Rabu (02 September 2026), berupa nasi, ayam bakar, lalapan, tempe mendoan, sambal teri dan potongan buah semangka.
Menu MBG tersebut dikirimkan oleh dapur SPPG Soditan Kecamatan Lasem. Menu MBG dikonsumsi sekira pukul 12.00 Wib.
Setelah pulang sampai rumah, gejala perut mual, muntah dan diare, rata-rata mulai terjadi pada Rabu malam sekira pukul 22.00 Wib.
Ia menambahkan sempat menganggap diare biasa, sehingga anaknya tetap masuk sekolah pada Kamis pagi. Ternyata di sekolah, banyak siswa masih mengalami diare, sehingga toilet penuh.
Data awal, ada sekira 752 siswa dan 25 guru mengalami gejala semacam itu, atau sekira 61 % dari total warga sekolah.
“Toilet tidak mampu menampung banyaknya antrian yang ingin buang air besar, sehingga sekolah memutuskan untuk memulangkan anak-anak,” imbuhnya.
Berdasarkan pantauan di Puskesmas Lasem, tampak datang Camat, Kapolsek, Danramil dan Dokkes Polres Rembang.
Menurutnya, sangat memprihatinkan peristiwa ini, seraya menyerukan agar pengelola dapur SPPG lebih hati-hati menjalankan standar operasional prosedur.
“Taruhannya nyawa anak lho, jangan sampai teledor,” tandasnya.
Dinas Kesehatan langsung turun tangan, menelusuri dugaan penyebab keracunan. Namun berdasarkan informasi awal ada keluhan dari siswa, sempat merasakan kejanggalan buah semangka kecut. (Musyafa Musa).
