Sosial Media
Opsi Update
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Arif Wicaksono Berita Featured Kasus Keracunan Kesehatan Makan Bergizi Gratis Spesial

    Ditanya Soal Keracunan MBG, Gibran Bilang Tidak Tahu Karena Bukan Dirinya yang Memasak, Arif Wicaksono: Tak… - Fajar

    2 min read

     

    Gestur Gibran usai Mahfud MD menjawab. Foto: YouTube/KPU

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Pegiat media sosial Arif Wicaksono menyindir pernyataan Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka terkait maraknya kasus keracunan yang diduga berkaitan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

    Pernyataan Gibran tersebut menjadi sorotan setelah dirinya ditanya mengenai kasus sejumlah siswa yang mengalami keracunan usai mengonsumsi makanan dari program MBG.

    Saat ditanya mengenai tanggapannya sebagai salah satu pihak yang mengusulkan program tersebut, Gibran mengaku tidak mengetahui persoalan itu. Ia juga menyebut dirinya bukan pihak yang memasak makanan.

    “Banyak keracunan MBG, bagaimana tanggapan Bapak sebagai pengusul program ini?” tanya wartawan.

    “Saya enggak tahu karena bukan saya yang masak,” jawab Gibran.

    Pernyataan tersebut kemudian mendapat sorotan dari Arif Wicaksono. Ia menilai respons Gibran menunjukkan ketidakkompetenan dalam menjalankan tanggung jawab sebagai pejabat negara.

    “Gibran tak kompeten! Katanya: ‘Bukan saya yang masak’,” tulis Arif Wicaksono, dikutip Jumat (4/9/2026).

    Menurut Arif, urusan memasak memang menjadi tanggung jawab vendor. Namun, aspek keamanan pangan dalam pelaksanaan program pemerintah merupakan bagian dari tanggung jawab negara.

    “Masak urusan vendor. Aman pangan urusan negara,” sambungnya.

    Arif juga menegaskan bahwa Wakil Presiden tidak harus terlibat langsung dalam proses memasak makanan. Namun, menurutnya, seorang pejabat negara tetap harus memberikan tanggapan dan mengambil tindakan ketika muncul persoalan dalam program pemerintah.

    “Wapres tidak wajib berdiri di dapur, tapi Wapres wajib beri tanggapan dan tindakan kalau programnya meracuni orang,” tuturnya.

    Ia menambahkan, tanggung jawab melekat pada jabatan yang diemban sehingga persoalan tidak semestinya hanya dibebankan kepada pihak yang memasak makanan.

    “Tanggung jawab melekat di jabatan. Bukan juga semua kesalahan di wajan koki,” pungkasnya.

    (Erfyansyah/Fajar)

    Komentar
    Additional JS