Gunung Merapi Muntahkan 22 Guguran Lava Pijar, Warga Lereng Wajib Waspada - Terkini24

Gunung Merapi kembali mengalami peningkatan aktivitas vulkanik yang cukup signifikan pada Sabtu (5/9/2026). Laporan resmi pemantauan mencatat adanya muntahan guguran lava pijar sebanyak 22 kali. Petugas menetapkan status gunung api ini bertahan pada Level III Siaga.
Petugas pemantau Gunung Merapi, Suratno, melaporkan pergerakan material guguran bergerak ke arah barat daya. Aliran panas tersebut mengalir langsung menuju sektor Kali Sat dan Kali Krasak. Jarak luncuran material tercatat mencapai angka maksimal 2.000 meter dari titik puncak kawah.
Kondisi ini memicu potensi bahaya nyata bagi pemukiman warga serta daerah aliran sungai di sekitarnya. Guguran lava cair beserta ancaman awan panas dapat menerjang area sektor selatan hingga barat daya sewaktu-waktu.
Wilayah Bahaya Luapan Lava dan Awan Panas
Pihak pemantau memetakan beberapa titik alur sungai yang masuk dalam zona rawan bencana. Warga yang beraktivitas di sekitar lokasi imbau untuk mengosongkan area bahaya sesuai rekomendasi resmi.
Potensi ancaman di wilayah Sungai Boyong diperkirakan mencapai jangkauan radius 5 kilometer. Sementara itu, alur Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng memiliki potensi bahaya yang membentang hingga jarak 7 kilometer.
Sektor tenggara juga tidak luput dari pemetaan kawasan berisiko tinggi. Area rawan mencakup sepanjang Sungai Woro sejauh 3 kilometer dan alur Sungai Gendol hingga jarak 5 kilometer.
Suplai Magma Masih Terus Berlangsung
Suratno menjelaskan bahwa rekaman data kegempaan mengonfirmasi pergerakan suplai magma dari perut bumi. Aktivitas ini memicu potensi terjadinya erupsi mau pun susulan awan panas secara mendadak.
Instrumen mencatat keberadaan guncangan di dalam tubuh gunung api dalam jumlah tinggi. Tingginya intensitas gempa ini memperbesar peluang munculnya letusan material vulkanik.
- Gempa Guguran: Terekam sebanyak 71 kali kejadian.
- Gempa Fase Banyak: Terekam sebanyak 51 kali kejadian.
- Lontaran Material Eksplosif: Berpotensi menjangkau radius 3 kilometer jika terjadi letusan besar.
Langkah Antisipasi Dampak Abu Vulkanik
Masyarakat di kawasan lereng gunung diminta memperketat kesiapsiagaan harian. Warga disarankan selalu menyediakan masker untuk melindungi saluran pernapasan dari paparan debu halus.
Hujan abu dapat mengganggu kesehatan serta memperburuk jarak pandang saat beraktivitas di luar rumah. Langkah pencegahan mandiri ini penting dilakukan guna mengantisipasi semburan abu yang terbawa angin.
Petugas di pos pengamatan terus melakukan pemantauan visual dan kegempaan secara berkala selama 24 jam. Evaluasi cepat bakal segera dirilis jika terjadi perubahan aktivitas mendadak pada tubuh gunung.