Hilang Jejak Sejak OTT KPK, Golkar Minta Nusron Wahid Muncul Jelaskan Kasus HGB Summarecon - Inilah
Kamis, 17 September 2026 - 20:36 WIB
Share

Menteri ATR/Kepala BPN Nusron Wahid. (Foto: Dok. Kementerian ATR)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
KecilBesar
Partai Golkar mengaku belum bisa berkomunikasi dengan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid sejak kasus dugaan suap pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB) mencuat.
Di tengah situasi itu, Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia meminta Nusron memberikan klarifikasi kepada publik apabila merasa tidak terlibat dengan perkara yang tengah diusut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
"Kalau memang saudara Nusron itu merasa tidak terlibat, tidak melakukan apa-apa, tidak terkait apapun dengan orang-orang yang disebutkan (KPK) itu, saya kira ya klarifikasi saja, sampaikan ke publik apa adanya bahwa memang (kasus) itu tidak ada hubungannya sama sekali (dengan dia)," tegas Doli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (17/9/2026).
Menurut Doli, Nusron juga perlu menghadapi proses hukum apabila dalam perkembangannya terdapat keterangan pihak-pihak yang diperiksa KPK yang mengaitkan dirinya dengan perkara tersebut.
Namun, Doli mengungkapkan internal Golkar sendiri belum berhasil berkomunikasi langsung dengan Nusron.
Ia mengatakan kontak dengan Nusron terputus sejak isu kasus HGB mencuat. Ketika itu, Golkar tengah menerima kunjungan pimpinan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di kantor DPP Partai Golkar.
"Makanya kalau kami bisa berkomunikasi (dengan Nusron), saya kira banyak hal yang bisa kami diskusikan supaya kasus ini tidak berlarut-larut, terus kemudian tidak berkembang ke mana-mana," tandasnya.
Kementerian Masih Berkomunikasi dengan Nusron
Pernyataan Doli berbeda dengan keterangan Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN Ossy Dermawan sehari sebelumnya.
Ossy memastikan Nusron masih memimpin kementerian dan dirinya tetap berkomunikasi dengan Nusron setiap hari. Ia juga menyebut berbagai penugasan yang dijalankannya masih berdasarkan arahan Nusron.
"Setiap hari kami terus berkomunikasi karena kan kementeriannya terus masih dipimpin oleh beliau," kata Ossy di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (16/9/2026).
Meski demikian, Ossy saat itu tidak dapat memastikan keberadaan Nusron ketika ditanya apakah Menteri ATR/BPN tersebut berada di Jakarta. Ia hanya menyebut Nusron memiliki sejumlah penugasan dan kegiatan yang telah terjadwal.
Nusron juga tercatat tidak menghadiri sejumlah agenda rapat di DPR dalam beberapa hari terakhir.
Empat Orang Diduga Kepercayaan Nusron Jadi Tersangka
Sorotan terhadap Nusron menguat setelah KPK menetapkan delapan orang sebagai tersangka dalam perkara dugaan suap pengurusan HGB Summarecon di Kabupaten Bogor.
Empat di antaranya disebut KPK sebagai pihak yang diduga merupakan orang kepercayaan Nusron, yakni mantan Bupati Kebumen Arif Sugiyanto, Fahd El Fouz Arafiq, Erwin, dan Muhammad Fakhry.
KPK bahkan mengungkap dugaan adanya semacam "struktur bayangan" di ATR/BPN yang melibatkan pihak di luar struktur resmi kementerian dan memiliki akses kepada pejabat pertanahan.
Meski demikian, Nusron sejauh ini belum ditetapkan sebagai tersangka. KPK masih mendalami konstruksi perkara, termasuk kemungkinan pemanggilan Nusron apabila keterangannya dibutuhkan penyidik
0 suka
0 bookmark
![]()
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Topik
Share




