Ini Menu MBG yang Disantap Ratusan Santri di Sidoarjo Sebelum Keracunan - Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9338171/original/056197400_1788316328-085823400_1788314031-IMG-20260901-WA0042.jpg)
Setelah menyantap MBG, para santri mengeluhkan pusing, sakit perut, mual, hingga muntah.
Jadi Intinya
- Santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam diduga keracunan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis.
- Banyak santri mengalami pusing, sakit perut, mual, muntah, dan dievakuasi ke fasilitas kesehatan.
- Bupati Sidoarjo membantah ada korban meninggal; penyebab pasti masih dalam penyelidikan.
Liputan6.com, Jakarta - Seorang santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam mengungkap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disantap para santri sebelum mengalami keracunan pada Selasa (1/9/2026).
Menurut santri tersebut, makanan MBG dibagikan pada sore hari. Menu yang disantap terdiri atas nasi putih, telur orak-arik, tempe bumbu Bali, tumis buncis, baby corn, dan buah apel.
“Banyak yang diduga keracunan, santri MTs dan Aliyah. Yang banyak dilarikan ke IGD RSUD Notopuro Sidoarjo,” ucap salah seorang santri.
Setelah itu, sejumlah santri dan santriwati mengalami keluhan kesehatan. Mereka mengeluhkan pusing, sakit perut, mual, hingga muntah.
Para santri yang mengalami keluhan kemudian dievakuasi ke sejumlah fasilitas kesehatan, di antaranya puskesmas terdekat dan RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo.
Proses evakuasi masih berlangsung hingga malam hari. Mobil pribadi, ambulans Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, yayasan sosial, serta kendaraan relawan terlihat keluar masuk area pondok untuk membawa para santri ke fasilitas kesehatan.
Sejumlah warga dan santri juga turut membantu proses evakuasi.
"Informasinya keracunan akibat menyantap makanan MBG," ujar salah seorang warga yang turut membantu.
Bupati Bantah Ada Santri Meninggal
Bupati Sidoarjo Subandi membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia mengatakan para santri yang menjalani perawatan telah mendapatkan penanganan di tiga rumah sakit di Sidoarjo.
Subandi memastikan tidak ada santri yang meninggal dunia dalam kejadian tersebut.
"Sudah tertangani dengan baik di tiga rumah sakit. Tidak ada yang meninggal seperti kabar, itu hoaks ya," ungkapnya.
Hingga kini, penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami para santri masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan lebih lanjut.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6