Kapal Wisata Karam di Labuan Bajo, 19 Penumpang dan ABK Selamat - RRi

RRI.CO.ID, Manggarai Barat - Kapal wisata semi-phinisi KM Yukai berukuran 55 GT tenggelam setelah menabrak gugusan karang dangkal di perairan Tanjung Sture, Kelurahan Labuan Bajo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu 27 September pagi.
Sebanyak 19 orang yang berada di atas kapal, terdiri dari 13 wisatawan dan enam anak buah kapal (ABK), berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian tersebut.
Kasat Polairud Polres Manggarai Barat, IPTU Leonardo Marpaung, mengatakan kecelakaan terjadi sekitar pukul 06.30 WITA saat KM Yukai berlayar dari area mooring Pulau Kelapa menuju Pulau Bidadari untuk kegiatan snorkeling.
Berdasarkan informasi awal yang dihimpun petugas, kapal melintas di sekitar Tanjung Sture saat kondisi air laut sedang surut. Kapal kemudian menghantam karang dangkal hingga mengalami kebocoran pada bagian lambung dan mulai miring sebelum akhirnya tenggelam.
“Peristiwa naas tersebut terjadi sekitar pukul 06.30 WITA ketika kapal sedang dalam pelayaran dari area mooring Pulau Kelapa menuju Pulau Bidadari untuk kegiatan snorkeling,” ujar IPTU Leonardo dalam keterangannya.
Saat kejadian, dua kapal wisata yang berada di sekitar lokasi, yakni KM NK Jaya 01 dan KM Alfatran, memberikan pertolongan awal dengan mengerahkan sekoci untuk mengevakuasi penumpang dari KM Yukai.
Laporan kecelakaan diterima Satpolairud Polres Manggarai Barat sekitar pukul 06.35 WITA. Tim SAR Gabungan kemudian bergerak menuju lokasi dengan melibatkan 21 personel dari Ditpolairud Polda NTT, Korpolairud Baharkam Polri, KSOP Labuan Bajo, dan Basarnas Labuan Bajo.
Enam armada dikerahkan dalam proses evakuasi, terdiri dari lima unit Rigid Inflatable Boat (RIB) dan satu unit Interceptor.
“Fokus utama kami saat menerima informasi adalah memastikan keselamatan seluruh jiwa di atas kapal. Tim langsung menyisir badan kapal untuk memastikan tidak ada korban yang terjebak di dalam kabin maupun ruang mesin,” ungkapnya.
Seluruh penumpang yang sebelumnya berada di sekoci kemudian dipindahkan ke kapal RIB milik Polairud dan Basarnas untuk dibawa ke daratan. Pada pukul 08.15 WITA, seluruh penumpang dan ABK tiba di dermaga dalam kondisi selamat.
Dari 13 penumpang, tujuh di antaranya merupakan wisatawan mancanegara yang berasal dari Belgia, Italia, Prancis, dan Malaysia. Enam lainnya merupakan warga negara Indonesia, termasuk pemandu wisata.
Sementara itu, enam ABK yang dipimpin Nahkoda Armansyah (32) juga berhasil dievakuasi tanpa mengalami luka.
Polisi memperkirakan kerugian material akibat tenggelamnya KM Yukai mencapai sekitar Rp1 miliar.
Pascaevakuasi, Satpolairud Polres Manggarai Barat melakukan pemeriksaan terhadap nahkoda dan jurumudi untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan.
“Kami sedang melakukan pemeriksaan intensif terhadap Nahkoda dan ABK jurumudi di Mako Satpolairud Polres Manggarai Barat guna mengetahui secara pasti penyebab terjadinya kecelakaan,” ucapnya.
Polisi juga berkoordinasi dengan KSOP Labuan Bajo dan pihak pemilik kapal untuk mengamankan lokasi bangkai KM Yukai agar tidak mengganggu alur pelayaran. Rencana penarikan bangkai kapal serta pengamanan barang milik wisatawan juga akan dilakukan.