Sosial Media
Opsi Update
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita BPOM Featured Kesehatan Makan Bergizi Gratis Spesial

    Kepala BPOM: Makanan MBG Lewat 4 Jam Sudah Basi, Bisa Picu Aflatoksin - Kompas

    5 min read

     

    KOMPAS.com- Makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diproduksi terlalu lama sebelum disajikan menjadi perhatian Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

    Kepala BPOM Taruna Ikrar mengungkap, pelanggaran standar operasional prosedur (SOP) menjadi salah satu penyebab keracunan MBG di sejumlah daerah.

    Salah satu pelanggaran yang ditemukan berkaitan dengan waktu produksi makanan yang terlalu jauh dari waktu penyajian.

    Taruna mencontohkan makanan yang diproduksi sejak pukul 01.00 dini hari, tetapi baru disajikan sekitar pukul 12.00 siang, atau memiliki jeda sekitar 11 jam.

    Bertambah, Korban Dugaan Keracunan MBG di Sidoarjo Capai 566 Orang

    Baca juga: Keracunan MBG Berulang, Anggota DPR Ingatkan Ada Ancaman Pidana hingga Perdata

    Makanan Lebih 4 Jam Basi

    Produksi Makanan Terlalu Lama

    Taruna mengatakan sejumlah satuan pelaksana tidak menjalankan tugas sesuai SOP yang telah ditetapkan.

    Ia menegaskan, makanan MBG tidak seharusnya dibiarkan terlalu lama sejak selesai dimasak hingga dikonsumsi.

    “Salah satu penyebabnya (keracunan), makanan diproduksi jam 01.00 malam, diolah, dimasak, lalu disajikan jam 12.00 siang. SOP yang kami berikan jangan lewat empat jam, kalau lewat dari itu, hitungan kami sudah basi,” ujar Taruna, disadur dari RRI saat doorstop di Kantor BPOM, Jakarta, Senin (14/9/2026).

    BPOM sebelumnya telah menetapkan prosedur terkait penyiapan, penyajian, hingga distribusi makanan dalam program MBG sebagai bagian dari pengawasan keamanan pangan.

    Taruna mengatakan BPOM juga melakukan mitigasi terhadap berbagai kejadian luar biasa keracunan makanan pada penerima MBG. Pemeriksaan dilakukan melalui pengecekan di lapangan serta pengambilan sampel makanan yang diduga bermasalah.

    “Hasil pemeriksaan lapangan menemukan beberapa sampel mengandung aflatoksin setelah makanan mengalami perubahan selama penyimpanan. Itu karena proses degradasi dari makanan tersebut,” katanya.  

    Aflatoksin adalah senyawa beracun atau mikotoksin yang dihasilkan oleh jenis jamur tertentu, terutama Aspergillus flavus dan Aspergillus parasiticus.

    Baca juga: Upaya Berhenti Merokok Tak Harus Sendiri, BPOM Soroti Peran Terapi Nikotin

    SPPG yang Melanggar SOP Bisa Disanksi

    Temuan pelanggaran SOP tersebut kemudian menjadi dasar bagi BPOM untuk memberikan rekomendasi terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tidak menjalankan ketentuan keamanan pangan.

    Rekomendasi tersebut dapat berupa suspensi hingga kemungkinan penutupan bagi SPPG yang dinilai tidak memenuhi ketentuan.

    “Pelaksanaan keputusan terhadap SPPG nantinya menjadi kewenangan Badan Gizi Nasional berdasarkan rekomendasi BPOM. BPOM tetap berperan sebagai pengawas sekaligus memastikan standar keamanan pangan dilaksanakan secara konsisten,” ucapnya.

    Taruna menegaskan keamanan pangan harus menjadi prioritas dalam pelaksanaan program MBG. Pengawasan juga akan terus dilakukan untuk mencegah kasus serupa kembali terjadi di berbagai daerah.

    BPOM Jelaskan Maksud Batas Waktu 4 Jam

    Humas BPOM Eka Rosmalasari menjelaskan maksud pernyataan Taruna mengenai batas waktu empat jam tersebut.

    Menurut Eka, makanan MBG dianjurkan berada dalam rentang waktu sekitar empat jam sejak selesai dimasak hingga dikonsumsi agar tetap layak konsumsi.

    “Maksud penjelasan Bapak Kepala terkait pangan dalam program MBG ini memang dianjurkan rentang waktu sekitar 4 jam sejak selesai pemasakan hingga konsumsi untuk menjaga makanan tetap layak konsumsi,” ujar Eka saat dihubungi Kompas.com.

    Baca juga: 172 SPPG di Pati Bakal Diperiksa, Pemkab Soroti Proses Masak hingga Pengemasan MBG

    Eka mengatakan ketentuan tersebut telah tercantum dalam Keputusan Kepala BGN tentang Petunjuk Teknis Tata Kelola Penyelenggaraan Program MBG.

    Kompas.com juga telah menghubungi BPOM untuk meminta penjelasan lebih lanjut terkait penerapan rentang waktu tersebut, termasuk hal-hal yang perlu diperhatikan dalam proses pengolahan dan distribusi makanan MBG.

    Namun, hingga berita ini ditulis, pertanyaan tersebut belum mendapat respons lebih lanjut.

    Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.

    MBG Tetap Berjalan meski Libur Sekolah karena Karhutla

    Komentar
    Additional JS