Sosial Media
Opsi Update
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Keracunan Kesehatan Makan Bergizi Gratis Menteri PPPA Sidoarjo Spesial

    Keracunan MBG di Sidoarjo, Menteri PPPA: Jangan Sibuk Cari yang Salah tetapi Sistem Tak Diperbaiki - Kompas

    4 min read

     

    JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi menegaskan bahwa penanganan kasus keracunan MBG di Sidoarjo harus fokus pada perbaikan dibandingkan saling menyalahkan.

    Arifah menuturkan, evaluasi perlu dilakukan di seluruh rangkaian penyediaan makanan, mulai dari bahan baku, proses pengolahan, kebersihan, penyimpanan, pengemasan, hingga distribusi sebelum makanan diterima dan dikonsumsi oleh anak.

    "Kita perlu melihat kejadian ini secara menyeluruh. Jangan sampai kita hanya sibuk mencari siapa yang salah, sementara celah dalam sistemnya tidak diperbaiki," imbuh Arifah, dikutip dari siaran pers, Sabtu (5/9/2026).

    Baca juga: Menteri PPPA Soroti Trauma Anak Korban Keracunan MBG di Sidoarjo

    Arifah menekankan, proses pemulihan ratusan anak yang mengalami keracunan di Sidoarjo juga perlu dilakukan secara menyeluruh, bukan hanya dari sisi kesehatan fisik.

    DPR Desak Kepala BGN Ganti Sistem MBG jika Tak Ingin Keracunan Berulang

    "Trauma healing bukan sekadar pelengkap dalam proses pemulihan anak. Anak perlu diberikan ruang untuk bercerita, didengarkan, ditenangkan, dan diyakinkan bahwa mereka berada dalam kondisi aman," ujar Arifah.

    Arifah mengatakan, dukungan psikologis harus terus diberikan setelah anak keluar dari fasilitas kesehatan dan kembali ke lingkungan pesantren maupun sekolah.

    "Jangan sampai anak trauma untuk makan, atau kembali ke sekolah, atau justru mendapatkan stigma, disalahkan, atau merasa takut untuk kembali beraktivitas," tuturnya.

    Lebih lanjut, Arifah menuturkan bahwa hal yang paling penting adalah mengetahui celah yang perlu diperkuat untuk memastikan hal serupa tidak kembali terjadi.

    Baca juga: Keracunan MBG Berulang, Wakil Ketua DPD Minta BGN Tak Sekadar Suspend Dapur SPPG

    Untuk itu, dia mendorong adanya evaluasi total terhadap SOP pelaksanaan MBG, termasuk rantai pasok, proses pengolahan, penyimpanan, pengemasan, hingga distribusi.

    "Pengawasan juga perlu dilakukan secara berlapis melalui quality control dan quality assurance sebelum makanan sampai ke tangan anak," ucapnya.

    Menurutnya, Program MBG memiliki tujuan yang sangat baik untuk memastikan anak-anak Indonesia mendapatkan asupan bergizi demi tumbuh dan berkembang secara optimal.

    "Kemen PPPA mendukung penuh upaya tersebut, tetapi makanan untuk anak harus memenuhi dua hal sekaligus, yaitu bergizi dan aman. Keduanya tidak dapat dipisahkan," tegasnya.

    Lebih lanjut, Arifah meminta adanya penguatan sistem dan evaluasi agar pelaksanaan MBG semakin baik dan setiap anak dapat menerima manfaatnya dengan aman.

    Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.

    Batas akses KARIN

    Kamu sudah mencapai batas akses KARIN.

    Gabung membership Kompas.com+ MAX untuk bertanya lebih banyak dan memahami berita dengan lebih leluasa.

    Khusus Member

    Akses Tanya Langsung Tersedia untuk Member

    Gabung membership Kompas.com+ MAX untuk bertanya lebih banyak dan memahami berita dengan lebih leluasa.

    Kasus Keracunan MBG Masuk Tahap Penyidikan Polisi, Ini Tanggapan BGN

    Komentar
    Additional JS