Sosial Media
Opsi Update
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Keracunan Kesehatan Spesial Tips & Tricks

    Keracunan Mengintai dari Talenan, Ini 9 Jurus Menjinakkan Makanan Berbahaya - Sabang Merauke NEWS

    2 min read

     

    Ilustrasi. (sumber: istimewa) A- A+

    Sabtu, 05 September 2026 11:51 WIB

    SabangMerauke News – Keracunan makanan tidak selalu dimulai dari bahan yang tampak mencurigakan. Kadang masalahnya justru muncul dari tangan, talenan, suhu penyimpanan, atau cara makanan dibawa. Karena itu, keamanan pangan perlu dijaga sejak bahan dibeli sampai hidangan masuk ke meja makan.

    Kementerian Kesehatan mengingatkan pengolahan pangan perlu dilakukan dengan cermat. Setiap tahapan memiliki celah kontaminasi yang harus dikendalikan. Celah kecil itu bisa membuat makanan kehilangan statusnya sebagai hidangan aman.

    Langkah pertama terdengar sederhana, tetapi sering dianggap sepele. Kebersihan tangan, peralatan, wadah, dan dapur harus dijaga sebelum memasak. Tangan juga perlu dicuci menggunakan sabun dan air mengalir selama sedikitnya 20 detik.

    Pisau, talenan, piring, serta wadah makanan perlu dibersihkan sebelum digunakan. Permukaan dapur juga harus bebas dari kotoran yang berpotensi membawa mikroorganisme. Lalat dan tikus perlu dijauhkan karena keduanya bisa membawa kuman menuju makanan.

    Urusan bahan baku juga tidak boleh dilakukan dengan sistem asal ambil. Bahan makanan perlu diperiksa sebelum dibeli dan sebelum masuk ke dapur. Bahan rusak, berbau aneh, atau sudah tidak layak konsumsi sebaiknya langsung disingkirkan.

    Produk kemasan membutuhkan pemeriksaan tambahan sebelum masuk keranjang belanja. Perhatikan izin edar, tanggal kedaluwarsa, kondisi kemasan, komposisi, dan informasi nilai gizi. Informasi tersebut penting bagi konsumen dengan alergi terhadap bahan tertentu.

    Tempat berbelanja juga punya peran dalam menjaga keamanan pangan. Bahan makanan sebaiknya tidak bersentuhan dengan permukaan atau wadah yang kotor. Kebiasaan sederhana ini membantu mengurangi peluang kontaminasi sejak bahan belum menyentuh kompor.

    Setelah bahan sampai dapur, masalah berikutnya adalah kontaminasi silang. Bahan mentah dan makanan matang tidak boleh diperlakukan seperti pasangan yang selalu akur. Bakteri dari daging, unggas, ikan, makanan laut, dan telur dapat berpindah melalui peralatan.

    Pisahkan bahan mentah dari makanan matang selama proses pengolahan. Jika memungkinkan, gunakan talenan, pisau, wadah, dan peralatan berbeda untuk keduanya. Tangan juga perlu dicuci setelah memegang bahan mentah sebelum menyentuh makanan siap santap.

    Memasak sampai matang menjadi benteng berikutnya dalam menjaga keamanan pangan. Daging, ikan, unggas, dan telur perlu dimasak menggunakan metode yang tepat. Proses tersebut membantu mengurangi mikroorganisme berbahaya yang mungkin terdapat pada bahan.

    Komentar
    Additional JS