Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Komdigi Lintas Peristiwa Pulau Sebesi Spesial Tekno

    Komdigi Lacak Sinyal Ponsel Rombongan Jurnalis Hilang, Titik Terakhir di Pulau Sebesi - Kompas

    6 min read

     


    PANDEGLANG, KOMPAS.com - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) melacak sinyal telepon seluler rombongan lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang kontak saat hendak meliput erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda.

    Dari penelusuran jaringan telekomunikasi, titik kontak terakhir rombongan terdeteksi di Pulau Sebesi.

    Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria mengatakan, Komdigi berkoordinasi dengan tiga operator seluler untuk mendeteksi aktivitas jaringan di sekitar wilayah pencarian.

    "Kalau di Kominfo kita sudah berkoordinasi dengan operator seluler, tiga operator seluler itu sudah mendeteksi BTS yang ada di seputaran Selat Sunda, baik yang ada di Banten maupun yang ada di Lampung melalui Balai Monitoring Frekuensi yang ada di Banten dan Lampung," kata Nezar di Posko SAR Carita, Pandeglang, Sabtu (12/9/2026).

    SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda, Sisir Pulau Rakata dan Panjang

    Baca juga: Sudah 5 Hari Rombongan Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, Ayah Korban: Saya Harap Presiden Prabowo Datang

    Kontak Terakhir di Pulau Sebesi

    Menurut Nezar, pemantauan dilakukan dengan mengecek sinyal yang tertangkap dari jaringan telekomunikasi di sekitar wilayah pencarian.

    Informasi dari operator seluler kemudian diteruskan kepada Tim SAR untuk diproses sebagai salah satu petunjuk pencarian.

    "Dari opsel kita sudah mendapatkan informasi dan informasi itu sudah diteruskan kepada SAR dan sudah diproses berupa kontak terakhir di Pulau Sebesi itu," ujarnya.

    Baca juga: DPR Dorong Pencarian Maksimal Jurnalis yang Hilang di Sekitar Anak Krakatau

    Nezar mengatakan, data tersebut terus dipantau dan diverifikasi Komdigi bersama Tim SAR.

    "Kita terus memantau, terus mencari, dan sama-sama kita berdoa rekan-rekan sekalian dan juga kami minta seluruh rakyat Indonesia juga mendoakan agar proses pencarian ini kita semua diberikan kekuatan dan kita bisa menemukan delapan warga kita yang sekarang berada di perairan Selat Sunda," kata Nezar.

    Material vulkanik yang keluar sejak Juli 2026 disebut perlahan menumpuk dan membentuk kembali tubuh Gunung Anak Krakatau.

    Lihat Foto

    14 Kapal dan 1 Helikopter Dikerahkan

    Memasuki hari kelima pencarian, Tim SAR Gabungan memperluas wilayah operasi dengan mengerahkan 14 kapal dan satu helikopter.

    Baca juga: Prabowo Perintahkan TNI AL Cari Rombongan Jurnalis di Sekitar Anak Krakatau

    Armada tersebut digunakan untuk menyisir sejumlah titik yang dinilai memiliki potensi keberadaan rombongan.

    Nezar mengatakan, pencarian dilakukan berdasarkan berbagai data yang telah diproses Tim SAR, termasuk informasi dari pemantauan jaringan telekomunikasi.

    "Ada 14 kapal yang bergerak dan ditambah dengan satu heli untuk mencari titik-titik yang dalam data-data yang diproses oleh tim SAR itu diduga mungkin ada potensi-potensi kapal tersebut berada," ujarnya.

    Baca juga: Tim SAR Diminta Optimalkan Semua Petunjuk untuk Cari 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda

    Pulau Sebesi menjadi salah satu wilayah yang terus mendapat perhatian dalam pencarian.

    5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal Hilang

    Delapan orang yang masih dalam pencarian terdiri dari lima jurnalis, yakni M. Bagus Khoirunnas dari Antara, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu Agency, dan Donal yang merupakan pewarta freelance.

    Tiga lainnya merupakan kru speedboat Arupadhatu 1, yakni Warta (55) sebagai kapten kapal, Surakman (60) sebagai anak buah kapal (ABK), dan Heriyanto (49) sebagai pemandu.

    Lima Jurnalis hilang kontak saat akan liputan ke Gunung Anak Krakatau dan saat ini masih dalam pencarian

    Lihat Foto

    Baca juga: Kronologi Kapal Rombongan Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda untuk Meliput Gunung Anak Krakatau

    Rombongan tersebut berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang, pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB menuju kawasan Gunung Anak Krakatau.

    Nezar mengingatkan masyarakat agar informasi mengenai perkembangan pencarian merujuk pada keterangan resmi dari tim yang terlibat dalam operasi SAR.

    "Kita monitoring terus dan melakukan cek dan re-cek. Jadi memang sebaiknya informasi-informasi yang diterima adalah informasi resmi dari tim yang bekerja, yang mencari delapan warga yang dilaporkan hilang di perairan Selat Sunda ini," katanya.

    Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.

    Pencarian 5 Jurnalis Hilang Saat Liput Anak Krakatau Diperluas, 4 Tim Sisir Selat Sunda

    Komentar
    Additional JS