Korban Dugaan Keracunan MBG di Pati Capai 424 Orang, Polisi Lakukan Penyelidikan - Beritajateng

PATI, Beritajateng.id – Total sekitar 424 orang di wilayah Kecamatan Gembong mengalami keracunan yang diduga berasal dari makanan program makan bergizi gratis (MBG). Kejadian yang menghebohkan masyarakat ini masuk dalam penyelidikan kepolisian.
Kasat Reskrim Polresta Pati Kompol Dika Hadiyan Widya Wiratama mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait kejadian yang menyebabkan ratusan warga mengalami gejala keracunan tersebut.
Dalam proses penyelidikan, polisi telah mengamankan sampel makanan dan muntahan dari korban. Sejumlah saksi juga telah diperiksa, baik dari pihak korban maupun perwakilan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai penyalur MBG terkait.
“Ya, saat ini kita masih proses penyelidikan terhadap kejadian tersebut. Dan untuk update-nya sampai sekarang ini, lya nanti bisa ditanyakan ke pihak rumah sakit atau kita masih update dulu lah,” kata Kompol Dika, Jumat, 11 September 2026.
Selain fokus pada penyebab keracunan, ia menuturkan pihaknya juga masih mendalami kepemilikan SPPG atau dapur MBG yang berkaitan dengan kejadian tersebut. Hasil penyelidikan nantinya akan dikembangkan lebih lanjut.
Kasus dugaan keracunan tersebut membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB). Ratusan siswa dan guru dari lima sekolah serta belasan balita yang mengikuti kegiatan Posyandu menjadi korban dugaan keracunan setelah menyantap makanan MBG.
“Kan masih sudah banyak yang dari yang terdampak tersebut sudah banyak yang pulang. Jadi kita akan melakukan update terkait jumlah,” jelasnya.
Data Terbaru Keracunan MBG
Berdasarkan data, hingga Jumat, 11 September 2026, pukul 11.00 WIB, tercatat sebanyak 424 orang mengalami gejala keracunan. Dari jumlah tersebut, 58 orang menjalani rawat inap, sedangkan 322 orang menjalani rawat jalan.
Mengenai kemungkinan penetapan tersangka, Kompol Dika mengatakan polisi masih melakukan penyelidikan. Penetapan tersangka dimungkinkan apabila ditemukan unsur pidana dalam proses penyelidikan.
“Kita masih proses penyelidikan. Ya, saksi dari siswa dan juga dari SPPG sudah kita mintai keterangan. Nah, nanti kita sampaikan di perkembangan yang lebih lanjut. Ya, nanti kita sampaikan karena kita masih proses penyelidikan. Mungkin itu saja,” tegasnya.
Diketahui, ratusan siswa dan guru dari lima sekolah di Kecamatan Gembong diduga mengalami keracunan setelah menyantap menu MBG yang disediakan SPPG Gembong 1 pada Selasa (8/9) siang. Gejala keracunan kemudian muncul pada Rabu (9/9).
Para korban berasal dari sejumlah lembaga pendidikan dan fasilitas kesehatan, yakni SMP Negeri 1 Gembong, MTs Negeri 3 Pati, MTs Manbaul Ulum, SD Negeri Gembong 3, serta Posyandu.
Hingga kini, kepolisian masih melakukan pendalaman untuk mengetahui penyebab pasti kejadian, termasuk menelusuri sumber makanan yang diduga berkaitan dengan munculnya gejala keracunan pada ratusan warga.
Jurnalis: Mutia Parasti/Lingkar Network
Editor: Utia Lil
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Beritajateng.id