Sosial Media
Opsi Update
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured KM Virgo Lintas Peristiwa Spesial

    Korban Kapal Virgo: Banyak Ibu-ibu di Kamar Belum Keluar Saat Kapal Miring - detik

    2 min read

     


    Banjarmasin -

    Ahmad Saudi, pria asal Surabaya, termasuk dalam korban selamat Kapal Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa pada Minggu (13/9). Ahmad mengaku kapal sudah miring ketika hari masih gelap. Ia sempat bertahan bersama belasan penumpang lain di satu kapal karet sebelum dievakuasi ke MV Haida pada subuh.

    Sebelum kapal benar-benar terbalik, Ahmad sempat bertahan hingga di bagian ujung kapal. Saat itu, kapal sudah dihantam ombak dari segala arah.

    "Miringnya cepet karena fuso-fuso (truk) itu kan larinya ke kiri, akhirnya ya (miring ke kiri). Saya ngikutin kapal aja. Kapal miring, kita pegangan dulu di atas kapal. Abis gitu kapal miring, langsung kita naik ke ujungnya kapal yang bawah itu. (Ombak) samping kanan kiri," tuturnya ditemui di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin.

    Menurut Ahmad, ia dan belasan penumpang selamat lain ditolong oleh awak MV Haida sebelum matahari terbit. Namun menurut pengakuannya, dalam perahu karet yang ia tumpangi, tidak ada penumpang perempuan.

    "Masih pagi, masih gelap (naik ke Kapal Haida). Kan di kapal yang karet itu ada 15 orang, semuanya selamat bisa naik ke kapal (Haida). Nggak ada (perempuan)," lanjutnya.

    Pria Surabaya yang kini berdomisili di Banjarbaru, Kalimantan Selatan itu menaiki Kapal Virgo Transport 8 dalam rangka mengirim unit bus. Karena kondisi kamar di kapal penuh, maka dia tidur di kursi panjang yang ada di dek.

    "Saya kan bawa bus, saya punya unit di sini. Habis ngambil bus, saya kirim ke sini. Saya tidurnya di dekat kabin, di sofa. Kamar itu kan penuh, jadi saya tidur di kursi panjang," ceritanya.

    Ahmad menambahkan, masih banyak penumpang yang berada di dalam kamar-kamar kelas ekonomi ketika kapal miring. Ia menduga para penumpang yang mayoritas perempuan dan anak-anak itu terjebak. Sementara para penumpang laki-laki yang berada di luar kamar dengan segera menyelamatkan diri.

    "Tapi yang lain, ibu-ibu yang tinggal di kamar ekonomi ya, itu mungkin nggak selamat karena terlalu cepat kapal ini kemiringannya. Sedangkan alarm pemberitahuan aja nggak ada. Nggak ada tanda-tanda. Yang keluar ini kan supir-supir aja, orang laki-laki. Yang di kamar-kamar belum bisa keluar," katanya.

    Hingga kini, tim gabungan masih mengupayakan evakuasi para korban lainnya. Informasi dihimpun detikKalimantan di lokasi, kapal berikutnya yang membawa korban meninggal dunia akan bersandar di Pelabuhan Trisakti pada Senin (14/9) dini hari.

    (des/des)

    Komentar
    Additional JS