Sosial Media
Opsi Update
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Dunia Internasional Featured KTT BRICS Prabowo Subianto Spesial

    KTT BRICS, Prabowo Nyatakan RI Siap Dukung Ketahanan Pangan Dunia - Viva

    5 min read

     

    Presiden RI Prabowo Subianto saat sesi terbuka Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2026 di New Delhi

    Minggu, 13 September 2026 - 15:35 WIB

    Jakarta, VIVA – Presiden Prabowo Subianto menyatakan Indonesia siap meningkatkan kontribusi bagi ketahanan pangan dunia seiring dengan penguatan kapasitas produksi pangan nasional.

    Baca Juga

    Berdasarkan keterangan Sekretariat Presiden yang diterima di Jakarta, Minggu, Prabowo menyampaikan hal tersebut dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2026 di Bharat Mandapam, New Delhi, India.

    "Selama bertahun-tahun, Indonesia merupakan importir terbesar biji-bijian, beras, dan jagung. Kini, kita telah menjadi eksportir dan akan mampu meningkatkan dukungan untuk seluruh dunia," kata Prabowo.

    Baca Juga

    Menurut Presiden, transformasi tersebut menunjukkan bagaimana keterbatasan dapat diubah menjadi kapasitas melalui pembangunan dan penguatan kemampuan nasional.

    Prabowo meyakini potensi serupa juga dimiliki negara-negara BRICS apabila kekuatan masing-masing dapat dihubungkan dan dioptimalkan secara bersama.

    Baca Juga

    Para kepala negara anggota BRICS dalam KTT ke-18 BRICS di New Delhi

    Photo :

    • ANTARA/HO-Kementerian Luar Negeri China

    Menurut dia, berbagai tantangan global yang saling berkaitan tidak seharusnya hanya dipandang sebagai hambatan, tetapi dapat diubah menjadi peluang melalui penguatan kerja sama.

    "Bersama-sama kita dapat mengubah tantangan-tantangan yang saling terkait ini menjadi peluang untuk investasi yang lebih besar, industri yang lebih kuat, dan lebih banyak lapangan kerja serta peluang yang lebih baik bagi rakyat kita. Pertumbuhan yang menjangkau jutaan rakyat kita akan membuat bangsa kita lebih tangguh," tuturnya.

    Prabowo menilai ketangguhan suatu negara berkaitan erat dengan sejauh mana pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan masyarakat secara luas. Karena itu, pembangunan inklusif dan inovasi menjadi elemen penting dalam meningkatkan kapasitas bersama.

    Dalam konteks BRICS, Prabowo mengatakan negara-negara anggota memiliki sumber daya, kapasitas produksi, dan kekuatan ekonomi yang saling melengkapi sehingga dapat dioptimalkan untuk menciptakan nilai tambah yang lebih besar.

    "BRICS sudah menjadi rantai pasokan. Tugas kita adalah menghubungkan dan mengoptimalkannya sehingga kekuatan yang ada ini dapat menjadi sumber nilai yang lebih besar bagi kita semua," katanya.

    Prabowo kemudian menawarkan industrialisasi bersama sebagai salah satu langkah konkret untuk mengoptimalkan sumber daya dan kapasitas negara-negara anggota BRICS.

    "Oleh karena itu, izinkan saya menawarkan sesuatu yang konkret. Mari kita melakukan industrialisasi bersama dan mari kita optimalkan sumber daya dan kapasitas yang kita miliki bersama," kata Prabowo. (Ant)

    Para kepala negara anggota BRICS dalam KTT ke-18 BRICS di New Delhi

    China Siap Ambil Alih Keketuaan BRICS pada 2027

    Presiden China Xi Jinping mengatakan China siap untuk mengambil alih keketuaan organisasi BRICS serta membuat agenda yang mendukung pembangunan negara Selatan Global

    img_title

    VIVA.co.id

    13 September 2026

    Komentar
    Additional JS