Sosial Media
Opsi Update
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Info9 Lintas Peristiwa Spesial Waduk Gajah Mungkur

    Makam Kuno Bermunculan di Waduk Gajah Mungkur, Ini Sosok Pemiliknya - detik

    6 min read

     


    Jakarta -

    Air Waduk Gajah Mungkur yang surut membuat makam-makam kuno bermunculan. Salah satunya makam Eyang Raden Santri. Begini sosoknya:

    Batu persegi panjang berwarna krem nampak bertebaran dari tepi Waduk Gajah Mungkur (WGM) di Kelurahan/kecamatan Wuryantoro, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.

    Batu tersebut merupakan nisan makam kuno yang tenggelam di dasar WGM. Lokasi makam berada sekitar 500 meter dari Kantor Kelurahan Wuryantoro. Namun akses menuju ke makam cukup sulit, karena berada di tengah waduk yang surut.

    Di sekitar makam kuno itu, tampak banyak warga yang tengah beraktivitas seperti mencari ikan, dan bertani. Mereka terlihat tidak menghiraukan adanya baru nisan tersebut.

    Saat didekati, batu nisan ada yang masih utuh, dan ada yang sudah terkikis. Serta memiliki panjang yang beragam, dari setengah meter hingga 2 meter. Kebanyakan batu nisan yang terbuat dari seperti batu kapur itu memiliki lubang kecil di bagian tengah.

    Meski sebagian batu nisan itu sudah terlihat penuh seiring surutnya debit air WGM, namun sebagai batu nisan tersebut masih tenggelam di air. Beberapa terdapat ukiran tulisan, namun sudah sulit terbaca karena sudah terkikis.

    Camat Wuryantoro, Soemardjono Fadjari, mengatakan fenomena kemunculan makan kuno di WGM ini merupakan fenomena tahunan saat musim kemarau.

    "Setiap kemarau biasanya makam-makam itu mulai terlihat. Tapi baru sebagian, karena airnya masih cukup tinggi," kata Soemardjono, saat dihubungi awak media, Rabu (9/9/2026).

    Dia mengatakan, biasanya makan kuno itu sudah mulai terlihat pada bulan Agustus. Namun tahun ini, baru terjadi pada bulan September.

    "Biasanya Agustus sudah mulai kelihatan. Tahun ini surutnya agak lambat, sehingga belum semuanya muncul," pungkasnya.

    Kisah Eyang Raden Santri

    Salah satu tokoh masyarakat di Kelurahan Wuryantoro, Suparso (77), mengatakan makam itu dulunya berada di Dukuh Sentono, Desa Ngungkingsari. Meski ada makam bersajarah milik Eyang Raden Santri, namun komplek pemakaman itu merupakan makam umum bagi warga Sentono.

    "Dulunya itu makam kampung, tapi terkenalnya, sesepuhnya, namanya Eyang Raden Santri. Lalu makam itu juga makam keluarganya, anak cucu, dan juga jadi makam umum," kata Suparso kepada awak media, Rabu (9/9).

    Dia menceritakan, Eyang Raden Santri merupakan warga kampung setempat. Dia merupakan seorang petani biasa. Suatu hari, dia tengah mencangkul untuk membuat saluran air di sekitaran sawahnya. Lalu ada seorang pria yang datang dan berjalan di saluran air yang tengah dibuat.

    "Eyang Raden Santri kemudian menegur, karena kalau rusak bagaimana. Pria itu mengatakan, untuk melihat kembali, apakah tempat bekas ia melintas itu membuat rusak (saluran air), atau tidak," ucapnya.

    Eyang Raden Santri pun melihat kembali sawahnya, dan tidak ada kerusakan pada saluran airnya. Karena merasa janggal, Eyang Raden Santri pun kemudian mengejar dan mengikuti pria misterius tersebut.

    Saat berhasil dikejar, Eyang Raden Santri ditegur oleh pria tersebut karena membuntutinya. Karena Eyang Raden Santri menganggap pria itu memiliki kesaktian, dia ingin mengikuti pria tersebut. Kemudian Eyang Raden Santri dibawa ke Bengawan Solo. Pria tersebut juga membuat rakit untuk dinaikin Eyang Raden Santri.

    "Kalau kamu mau ikut aku, kamu tak buatkan getek (rakit) ini. Rakit ini kalau jalan, kalau belum berhenti sendiri, kamu tidak boleh mentas (meninggalkan rakit)," ucap mantan dalang itu.

    Eyang Raden Santri kemudian menuruti perkataan pria itu. Dengan rakit sederhana, dia menyusuri aliran Bengawan Solo selama beberapa hari hingga berhenti di Kampung Keblokan, Desa Sendang Ijo, Kecamatan Selogiri, Wonogiri.

    Di sana, Eyang Raden Santri ditemukan warga dalam kondisi lemas karena belum makan beberapa hari. Di Kampung Keblokan, dia diberikan makan, hingga kondisi fisiknya pulih.

    "Di sana (Keblokan) Eyang Raden Santri di-Islamkan, diajari baca surat-surat Al-Qur'an. Setelah itu, dia disuruh pulang dan menyiarkan agama Islam. Lalu dia punya nama Eyang Raden Santri itu," terangnya.

    "Pria yang diikuti Eyang Raden Santri itu, kita prediksi adalah Wali Songo. Entah Sunan Kalijogo, entah Sunan Giri," imbuhnya.

    Kembali ke Kampung Sentono, Eyang Raden Santri, kemudian menyebarkan ajaran agama Islam. Karena ajaran Islam yang disebarkan Eyang Raden Santri, dia kemudian menjadi salah satu tokoh yang dihormati.

    Saat meninggal, jasadnya dikebumikan di makam yang kini sudah menjadi proyek WGM. Suparso mengatakan, dulu banyak peziarah yang datang ke makam Eyang Raden Santri.

    "Saya dulu pernah nyadran (ziarah), makamnya cukup besar. Sebelum orang-orang ke masjid, di situ juga untuk topobroto. Yang berziarah orang dari mana-mana," ucapnya.

    Seperti diketahui, pembangunan WGM menenggelamkan 51 desa yang tersebar di 7 kecamatan di Kabupaten Wonogiri, pada tahun 1974-1981. Proyek itu juga merelokasi warga dan makam di kampung Sentono. Suparso mengatakan, warga kampung pindah ke Jambi. Sementara makam-makam dipindah di daerah Balat Kantor Kelurahan Wuryantoro.

    "Nisannya (yang lama) dibuang, disana (makam yang baru) dibuat nisan yang baru yang lebih bagus. Termasuk Eyang Raden Santri yang kerangkanya juga dipindah. Kalau makan yang itu (di WGM) sudah suwung (kosong), sudah dipindah semua," pungkasnya.

    Itulah berita terpopuler detikTravel, Sabtu (12/9) kemarin. Selain itu, ada juga berita tentang kebijakan bagasi baru Garuda Indonesia bisa bikin penumpang berpaling hingga Citilink siapkan refund penuh untuk penumpang terdampak erupsi gunung Anak Krakatau.

    Berikut Daftar Berita Terpopuler detikTravel, Sabtu (12/9/2026):

    1. Makam Kuno Muncul Saat Waduk Gajah Mungkur Surut, Ternyata Ini Sosoknya

    2. Kebijakan Baru Bagasi Garuda Indonesia Bisa Bikin Penumpang Berpaling

    3. Kasus Korupsi-Skandal Seks Biksu Guncang Kuil Kuno Thailand

    4. Citilink Gandeng Tzu Chi Perkuat Kesiapsiagaan & Respons Tanggap Darurat

    5. Dulu Cari Pantai dan Kuliner, Kini Banyak Orang Bepergian demi Hyrox

    6. Keliling TMII Naik Skuter, Ini Tips, Cara Sewa, dan Harganya

    7. Nunu Gowes 1.500 Km di Bentang Jawa, Capeknya Sirna tapi Kangennya Nggak Hilang-hilang

    8. Potret Prilly Latuconsina dan Omara Nostalgia di Amerika Serikat

    9. Suvarnabhumi Jadi Bandara Terbaik di Asia Tenggara, Barcelona Juara Dunia

    10. Citilink Siapkan Refund Penuh untuk Penumpang Terdampak Erupsi

    (wsw/wsw)

    Komentar
    Additional JS