Orang Tua Siswa Korban Dugaan Keracunan Berharap Program MBG Dihentikan: Ganti dengan Kartu - Kompas Tv
Kompas.tv - 11 September 2026, 11:28 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV – Kartin, ibu dari siswa yang mengalami gejala keracunan usai menyantap makanan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pati, Jawa Tengah, berharap pemerintah menghentikan program tersebut.
Meskipun begitu, ia mengakui bahwa kasus gejala keracunan yang dialami anaknya baru pertama kali terjadi. Biasanya, kesehatan anaknya baik-baik saja setelah mengonsumsi MBG.
“Aman-aman saja,” kata Kartin dalam dialog Sapa Indonesia Pagi, Kompas TV, Jumat (11/9/2026) yang membahas dugaan keracunan makanan usai menyantap MBG.
Baca Juga: Tangis Histeris! Keluarga Siswa Korban Keracunan MBG Laporkan SPPG dan BGN ke Polisi | KOMPAS PAGI
Kartin mengaku tidak ada yang aneh mengenai rasa dan aroma makanan yang dikonsumsi oleh sang anak sebelum mengalami gejala keracunan.
“Kalau saya tanya itu, bilangnya makanannya enak. Kenyataannya kok bikin anak sakit. Enggak (ada yang aneh). Masih enak,” tuturnya.
Saat ditanya apakah ia berharap Program MBG dilanjutkan jika insiden semacam itu terus terjadi, ia menyebut tidak berharap. Bahkan ia meminta program itu dihentikan dan diganti dengan program lain.
Baca Juga: 271 Siswa Diduga Keracunan MBG, Korban Terbaring Lemas hingga Harus Dirawat | KOMPAS PAGI
“Kalau saya pribadi ya enggak berharap (dilanjutkan) sih. Kalau saya inginnya ditutup saja, dialihkan ke apa, dialihkan, seandainya dialihkan ke kartu (bantuan),” ujarnya.
Namun, ia menyatakan setuju program MBG dilanjutkan jika ada perbaikan yang dilakukan dalam tata kelolanya. Kartin juga setuju jika ada skema lain dalam pengelolaan MBG seperti dilaksanakan oleh kantin sekolah.
“Ya, bisa juga setuju.”
Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.
Sumber : Kompas TV