Sosial Media
Opsi Update
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita EEF Featured Prabowo Subianto Spesial

    Pidato di Forum EEF ke-11, Prabowo: Pembangunan Harus Diukur dari Meja Makan Keluarga Biasa - SindoNews

    11 min read

     


    Makin mudah baca berita nasional dan internasional.


    Kamis, 03 September 2026 - 15:48 WIB

    Pidato di Forum EEF...

    Saat berpidato di Eastern Economic Forum (EEF) ke-11, Presiden Prabowo mengatakan, pembangunan harus diukur dari meja makan keluarga-keluarga biasa. Foto/Dok

    A A A

    JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menyebutkan, tema Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok, Rusia yakni 'Timur Jauh: Pembangunan untuk Kesejahteraan Rakyat,' sejalan dengan mandat yang diterimanya dari rakyat Indonesia. Dia mengatakan pembangunan tidak boleh hanya dinikmati oleh segelintir orang. Menurutnya, pembangunan harus memberikan dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.

    “Pembangunan tidak boleh hanya memberikan manfaat kepada segelintir orang. Pembangunan harus diukur dari meja makan keluarga-keluarga biasa,” kata Prabowo.

    Ia kemudian memaparkan sejumlah kebijakan pemerintah Indonesia, termasuk program makanan bergizi gratis, swasembada pangan, ketahanan energi, serta percepatan hilirisasi industri.

    Baca Juga: Momen Prabowo dan Putin Bertemu di Vladivostok, Perkuat Hubungan Indonesia-Rusia

    “Inilah alasan Indonesia menyediakan makanan bergizi gratis bagi seluruh anak-anak kami dan ibu mereka yang sedang hamil. Inilah alasan kami mengejar swasembada pangan dan ketahanan energi. Inilah alasan kami mempercepat hilirisasi industri, sehingga sumber daya alam kami dapat menciptakan industri, keterampilan, dan lapangan kerja yang baik di dalam negeri,” paparnya.

    Saat menyampaikan pidato sebagai tamu kehormatan utama EEF ke-11, Prabowo juga menekankan bahwa Vladivostok sebagai gerbang Pasifik. Menurutnya posisi Vladivostok memiliki arti penting bagi Indonesia dan Rusia yang sama-sama berada di kawasan Pasifik. Bagi Prabowo, luasnya Samudra Pasifik bukan menjadi pemisah kedua negara, melainkan penghubung.

    “Merupakan suatu kehormatan bagi saya untuk menyampaikan pidato di forum ini. Sebelumnya, ketika berbicara di St. Petersburg International Economic Forum (SPIEF), saya menyebut SPIEF sebagai jantung yang berdenyut dari perekonomian dunia yang sedang berkembang menuju tatanan multipolar. Di sini, di Vladivostok, kita berdiri di gerbang Pasifik,” kata Prabowo.

    Baca Juga: Prabowo dan Putin Bakal Bertemu di Vladivostok Rusia pada 3 September 2026

    Prabowo menuturkan, kunjungannya ke Rusia kali ini merupakan kunjungan keduanya sepanjang 2026. Ia juga menyebut telah lima kali bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin sejak menjadi Presiden Indonesia.

    “Saya menjadi Presiden Indonesia, sebuah negara dengan 290 juta penduduk, hampir dua tahun yang lalu. Namun, ini sudah menjadi kunjungan kedua saya ke Rusia tahun ini. Bahkan, ini merupakan kali kelima sejak saya menjadi Presiden Indonesia bertemu dengan Presiden Putin,” ujarnya.

    Dalam pidatonya, Prabowo menjelaskan alasan Indonesia ingin membangun jembatan yang lebih kuat dengan Timur Jauh Rusia dan Uni Ekonomi Eurasia. Menurut Prabowo, Indonesia dan Timur Jauh Rusia sama-sama memiliki wilayah yang luas. Ia juga menilai kedekatan kedua negara dapat dibangun melalui konektivitas di kawasan Pasifik.

    “Timur Jauh Rusia dan Indonesia sama-sama memiliki wilayah yang sangat luas. Dibutuhkan waktu berjam-jam untuk terbang dari satu ujung wilayah kami ke ujung lainnya. Kita tahu bahwa ibu kota terkadang terasa sangat jauh dari komunitas yang berada di wilayah perbatasan. Namun, Vladivostok juga terasa cukup dekat dengan rumah saya,” katanya.

    Prabowo kemudian menyinggung kesamaan geografis Indonesia dan Rusia yang sama-sama memiliki wilayah yang menghadap Samudra Pasifik.

    “Samudra besar yang sama, Samudra Pasifik, menyentuh pantai Rusia dan juga pantai Indonesia. Samudra Pasifik tidak memisahkan kita. Samudra Pasifik menghubungkan kita. Samudra Pasifik bukanlah tembok di antara kita. Samudra Pasifik harus menjadi jalan raya bagi kedua perekonomian kita,” ujar Prabowo.

    (akr)

    wa-channel

    Follow WhatsApp Channel SINDOnews untuk Berita Terbaru Setiap Hari

    Follow

    Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!

    Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya

    Berita Terkait

    Rekomendasi

    Infografis

    11 Daerah Masih Harus...

    11 Daerah Masih Harus Menjalankan PPKM Level 4 di Jawa-Bali

    Terpopuler

    1

    2

    3

    4

    5

    Berita Terkini

    Jasa Marga dan Jasa...

    Defisit Transaksi Berjalan...

    Bersih-bersih BUMN Karya...

    Relawan Bakti BUMN,...

    Antisipasi Cuaca Ekstrem,...

    OKX Rilis Proof of Reserves...

    Komentar
    Additional JS