Polisi Pastikan Video Pembakaran Gedung SPPG di Lombok Tengah Hoaks - detik

Lombok Tengah -
Kepolisian Resor Kota (Polresta) Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), membantah adanya aksi pembakaran gedung Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Lendang Tampel Kecamatan Batukliang. Polisi menyebut video yang viral di media sosial (medsos) tersebut bukan terjadi di NTB.
Dalam video yang diunggah akun Facebook @Syabrina_Asyiffa, tambak sebuah gedung SPPG hangus terbakar. Dalam unggahan itu, pemilik akun menjelaskan bahwa kejadian dipicu karena warga kesal terhadap pemilik dapur yang tak bertanggungjawab atas peristiwa keracunan 352 siswa yang terjadi, Jumat (11/9/2026).
Unggahan tersebut saat ini telah ditonton sebanyak 364.540 kali, disukai sebanyak 19.659 dan dikomentari sebanyak 6.676 serta dibagikan 2.168 kali.
"Dapur SPPG di NTB yang menyebabkan anak SD k3racun4n dibakar warga yang sudah geram karena tidak tanggung jawab," tulis @Syabrina_Asyiffa yang dikutip detikBali, Minggu (13/9/2026).
Namun, kejadian itu dibantah oleh pihak kepolisian. Polisi menyebut bahwa video itu bukan terjadi di Lombok Tengah. Bahkan, petugas telah turun meninjau SPPG yang dimaksud dan melihat tak ada kebakaran.
"Nggak ada kejadian di wilayah Lombok Tengah. Postingan itu di mana mungkin kejadiannya," kata Kasi Humas Polresta Lombok Tengah, Iptu Lalu Brata Kusnadi kepada detikBali.
Ia menjelaskan berdasarkan hasil peninjauan oleh petugas bahwa SPPG yang dimaksud saat ini dalam kondisi aman terkendali. Brata pun mengirimkan video kondisi terkini yang memperlihatkan tak adanya kejadian apapun.
"Niki kondisi dapur MBG yang di beber sampai saat ini," ujarnya.
Brata pun meminta masyarakat untuk bijak bermedia sosial agar tak cepat termakan informasi tak jelas. Ia pun meminta kepada pengunggah video agar tak menyebarkan video bohong terlebih bisa menimbulkan keributan.
"Bijak bermedia sosial. Jangan mudah percaya atau menyebarkan berita yang belum terverifikasi kebenarannya. Hindari penyebaran hoaks yang dapat menimbulkan keresahan dan gangguan kamtibmas," pungkasnya.
(hsa/hsa)