Sosial Media
Opsi Update
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Demokrat Featured Prabowo Subianto Spesial

    Prabowo Sinyalkan Reshuffle Lagi? Demokrat Siapkan 'The Right Man' - Inilah

    13 min read


    Selasa, 15 September 2026 - 19:32 WIB

    Share

    Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Dede Yusuf di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (15/9/2026).(Foto: inilah.com/Reyhaanah Asya)

    Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Dede Yusuf di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (15/9/2026).(Foto: inilah.com/Reyhaanah Asya)

    Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

    + Gabung

    KecilBesar

    Partai Demokrat menyatakan siap menyiapkan kader untuk mengisi posisi di pemerintahan jika Presiden Prabowo Subianto kembali melakukan reshuffle kabinet.

    Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Dede Yusuf mengatakan pihaknya tidak mengetahui informasi mengenai adanya sejumlah menteri yang bakal terkena reshuffle dalam waktu dekat.

    "Nggak ada sih, kalau di kami tidak ada informasi-informasi seperti itu," kata Dede kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (15/9/2026).

    Meski begitu, Dede memastikan Demokrat siap jika sewaktu-waktu Presiden membutuhkan kader partainya untuk mengisi posisi tertentu di pemerintahan.

    "Kami Demokrat sih pada prinsipnya menyiapkan the right man on the right place. Artinya ketika dibutuhkan oleh presiden ya yang disiapkan adalah the right man on the right place. Prinsipnya begitu," ujarnya.

    Menurut Dede, posisi di pemerintahan merupakan amanah. Karena itu, figur yang ditugaskan harus memiliki kapasitas yang sesuai dengan jabatan dan kebutuhan pemerintah.

    "Ini maaf ya, saya berbicara partai Demokrat saja ya. Di Demokrat itu pada prinsipnya adalah orang yang diberikan kepada negara haruslah orang yang pas. Gitu lho, jadi bukan orang yang tidak memiliki kapasitas," bebernya.

    Dede kemudian ditanya apakah ada menteri saat ini yang dinilai tidak memiliki kapasitas untuk menduduki jabatan penting. Namun, dia enggan memberikan penilaian.

    Menurutnya, penilaian mengenai kapasitas seorang menteri merupakan kewenangan Presiden sebagai pihak yang memilih dan menempatkan pejabat tersebut.

    "Yang mengukur kapasitas adalah user. Nah user dalam hal ini adalah presiden. Tentu pasti dilihat track record-nya kan, track record perjalanan dan sebagainya," lanjut Dede.

    Dede menegaskan Demokrat tidak ingin menilai kelayakan kader maupun pejabat dari partai lain untuk menduduki posisi tertentu di pemerintahan.

    "Saya pikir itu aja, kalau kami Demokrat tidak boleh mengatakan itu pantas atau tidak pantas. Kita ngacanya ke diri sendiri aja. Oke?" pungkasnya.

    000

    0 suka

    0 bookmark

    Google

    Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

    Tambahkan Sekarang

    Topik

    Share

    BERITA TERKAIT

    BERITA TERKINI

    • Ilustrasi. Enam imam diculik kelompok bersenjata di Zamfara, Nigeria, saat menuju Talata Mafara. Polisi menggelar operasi pencarian untuk menyelamatkan mereka. (Foto: istock)


    • Mantan Menteri Agama Malaysia Jamil Khir Baharom didakwa terkait transaksi Tabung Haji senilai 860 juta ringgit dalam investasi Al-Rawda. (Foto: Malay Mail)


    • Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) mengonfirmasi ketersediaan dua tambahan pemain naturalisasi untuk Timnas Malaysia jelang keikutsertaan mereka di FIFA ASEAN Cup 2026. Kedua pemain tersebut adalah Bergson da Silva dan Brad Tapp. Dokumentasi: FAM


    • Dalam kajiannya, Gus Baha menjelaskan makna Surah Ad-Duha dan penegasan Allah SWT bahwa Nabi Muhammad SAW tidak ditinggalkan oleh-Nya. (Foto: UII)


    • Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (15/9/2026).


    Komentar
    Additional JS