Sosial Media
Opsi Update
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Bansos Berita Dinsos Featured Kasus Pati Spesial

    Sengkarut Bansos di Pati: Data Dinsos Tercatat Menerima, Lansia 67 Tahun Teriak ‘Hoaks’! - Mondes

    4 min read

     


    waktu baca 3 menit

    Jumat, 4 Sep 2026 10:26 0 147 Redaksi

    Ilustrasi distribusi bansos sembako. (Mondes/beritasatu)

    dlh trenggalek

    PATI, Mondes.co.id | Polemik dugaan penyimpangan Bantuan Sosial (Bansos) Sembako periode April–Juni 2026 di Desa Angkatan Kidul, Kecamatan Tambakromo, Kabupaten Pati, semakin memanas.

    Kasus ini memicu perhatian serius hingga membuat Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Pati turun gunung melakukan Sidak (Inspeksi Mendadak) ke rumah warga pada Kamis, 3 September 2026.

    Langkah ini diambil untuk mengurai benang kusut perbedaan mencolok antara data administrasi dan realisasi fisik di lapangan.

    Data Dinsos: NY Tercatat Penerima Aktif

    Berdasarkan hasil pengecekan data resmi yang dikantongi Dinsos, NY (67), warga RT 04 RW 03 Desa Angkatan Kidul, berstatus sebagai penerima manfaat aktif untuk Bansos Sembako dan PBI-JK. Bahkan, namanya baru saja diusulkan sebagai calon penerima bantuan lansia.

    “Kami meninjau langsung ke rumah NY untuk memastikan kondisi dan menelusuri polemik status penerima manfaat di desa tersebut,” ujar Kepala Dinsos Kabupaten Pati, dr. Aviani Tritanti Venusia usai verifikasi lapangan, Kamis kemarin.

    Jeritan Warga: “Hoaks, Saya Tidak Menerima!”

    Bak petir di siang bolong, data manis di atas kertas tersebut dibantah keras oleh NY. Lansia berusia 67 tahun ini menyatakan tidak pernah melihat rupa bantuan sembako yang menjadi haknya tersebut.

    “Hoaks. Saya tidak pernah merasa menerima bantuan sembako tersebut,” tegas NY penuh emosi pada Jumat, 4 September 2026.

    Terkait klaim sepihak dari perangkat desa yang menyebut bantuan telah diserahkan kepada YT (anak NY), korban langsung menyanggah. NY menegaskan bahwa ia dan anaknya tinggal satu atap. Jika bantuan itu benar-benar cair dan diterima YT, tidak mungkin ia sebagai ibu tidak mengetahuinya.

    Perangkat Desa Bersikukuh, Ketua RT Mengaku Buta Data

    Di sisi lain, pihak pemerintah desa (Pemdes) Angkatan Kidul tetap bertahan pada argumennya. Mereka mengklaim seluruh proses distribusi logistik bansos sudah dijalankan sesuai prosedur baku.

    “Setiap ada bantuan sosial, kami langsung membagikan kepada para penerima manfaat sesuai data,” kilah Sujadi, Kaur Kesra desa tersebut.

    Anehnya, karut-marut ini justru tidak diketahui oleh otoritas terbawah. Ketua RT 04 RW 03, Siswanto, mengaku lepas tangan dan tidak tahu-menahu mengenai akurasi data warganya.

    “Kami tidak tahu persis data warga penerima bansos di lingkungan kami. Karena biasanya sudah diurusi oleh perangkat desa,” aku Siswanto saat dikonfirmasi.

    Mendesak Audit Transparan: Mana Bukti Serah Terimanya?

    Saling silang pengakuan ini memicu desakan publik agar dilakukan kroscek dan pembuktian secara terbuka.

    Jika secara sistem NY tercatat menerima namun fisiknya kosong, maka muncul pertanyaan besar: Siapa yang mencairkan bansos tersebut? Kapan disalurkan? Dan mana bukti tanda tangan serah terimanya?

    Publik kini menunggu ketegasan Dinsos Pati dan aparat penegak hukum untuk membongkar kasus ini secara objektif. Bansos adalah hak mutlak masyarakat miskin yang tidak boleh diselewengkan oleh oknum tidak bertanggung jawab.

    Redaksi

    Komentar
    Additional JS