Sosial Media
Opsi Update
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Makan Bergizi Gratis Spesial SPPG

    Ulat Bergerak di Ompreng Makan Bergizi Gratis, SPPG Karang Sidemen Lombok Tengah Akui Lalai - Lombok Post

    3 min read

     

    BUTUH PERBAIKAN: Tangkapan layar pada salah satu menu MBG yang ditemukan berulat di SDN-SMPN Satu Atap Repok Sintung Barat, Desa Karang Sidemen, Kecamatan Batukliang Utara, Lombok Tengah.

    LombokPost– Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Lombok Tengah kembali diwarnai insiden kurang mengenakkan.

    Temuan ulat yang masih hidup dan meliuk-liuk pada ompreng makanan mengejutkan para guru dan siswa di SDN-SMPN Satu Atap Repok Sintung Barat, Desa Karang Sidemen, Kecamatan Batukliang Utara.

    Temuan tersebut pertama kali diketahui lewat rekaman video yang diambil oleh salah seorang guru setempat. Dalam video yang beredar, sang guru menunjukkan seekor ulat yang diduga berasal dari olahan sayur kacang panjang. 

    Ulat tersebut bahkan terlihat bergerak merayap menuju menu makanan lainnya. Selain kacang panjang, paket MBG hari itu sejatinya berisi nasi, ayam plecing, jagung tumis, kedelai goreng, dan buah kelengkeng.

    Tidak hanya pada satu porsi, guru tersebut mengonfirmasi bahwa ulat serupa juga ditemukan di beberapa ompreng lainnya. Demi mengutamakan keselamatan dan kesehatan para murid, pihak sekolah memutuskan untuk menahan dan batal membagikan puluhan ompreng makanan tersebut.

    Pihak penyedia layanan, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karang Sidemen, tidak menampik kejadian ini.

    Kepala SPPG Karang Sidemen, Johan Sastra Irawan, secara terbuka mengakui adanya kelalaian dari timnya saat melakukan penyortiran bahan baku.

    "Kami tidak ada pembelaan untuk hal ini. Memang relawan kami kurang teliti. Terkait hal ini, kami sudah langsung selesaikan dan makanan tidak dikonsumsi," ujar Johan, Senin (14/9).

    Johan memastikan seluruh makanan yang terindikasi tercemar langsung ditarik sehingga tidak ada siswa yang mengonsumsinya.

    Tercatat ada lima ompreng yang dipastikan berisi ulat. Kasus ini pun sudah mendapatkan penanganan serta pengawalan dari aparat kepolisian setempat.

    Atas peristiwa ini, SPPG Karang Sidemen berjanji akan melakukan evaluasi total, khususnya pada proses pengawasan, pemilahan bahan baku, hingga tahap distribusi agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

    Komentar
    Additional JS