Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Demo Featured Kasus Spesial Yogyakarta

    Demo di DPRD DIY Ricuh, Polisi Sebut Dipicu Lemparan Batu dan Menyalakan Petasan - Suara

    7 min read

     



    YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Unjuk rasa di DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Selasa (20/10/2026) berujung ricuh.

    Polisi menyebut kericuhan dipicu adanya lemparan batu dan menyalakan petasan.

    Awalnya massa berdialog dengan pimpinan-pimpinan fraksi di DPRD. Namun dialog tak menemukan titik temu karena massa meminta untuk masuk ke ruang rapat DPRD.

    Baca juga: Satpol PP Vs Pekerja Proyek di Jaksel: Berawal dari Cabut Pentil Motor, Berujung Petugas Dihantam Helm

    Tak lama setelah deadlock, terjadi aksi pelemparan batu hingga mengarah ke warga dan menyulut emosi.

    Demo 2 Tahun Prabowo-Gibran di Yogyakarta Diwarnai Kericuhan

    Kericuhan pun pecah sekitar pukul 21.30 WIB. Pantauan Kompas.com, beberapa orang tampak diamankan oleh Polisi dan mendapatkan pertolongan medis. Mereka dimintai keterangan di lobby DPRD DIY.

    Ketua Komisi B, DPRD DIY Andriana Wulandari mengatakan, sebelum kericuhan terjadi, pihaknya sudah siap untuk menemui perwakilan massa.

    “Kami siap menerima aspirasi mereka tetapi perwakilan. Kami tidak bisa menjamin keamanan ketika mereka mau masuk ke dalam,” ujarnya, Selasa (20/10/2026).

    “Tapi di belakang kok tahu-tahu ada terdengar, terdengar dor-dor tadi, kami enggak tahu. Tahu-tahu kami ke sini ternyata teman-teman mahasiswa sudah mulai merangsek ke luar,” imbuh dia.

    Baca juga: Demo di Bandung Ricuh, Truk Dalmas Polisi Dilempari Batu hingga Bom Molotov

    Dipicu Lemparan Batu dan Menyalakan Petasan

    Kabid Humas Polda DIY, Kombespol Ihsan menyampaikan, bahwa gesekan massa dengan Polisi sempat beberapa kali terjadi.

    “Tadi memang sempat terjadi gesekan pada saat menjelang maghrib tadi. Kemudian sekitar jam setengah 9 ya, terjadi lagi gesekan, dan Alhamdulillah bisa kita kelola dengan baik,” ujarnya.

    Ia menambahkan Polisi sudah membuka ruang dialog dengan massa namun tak kunjung mendapatkan kesepakatan.

    “Namun kami sangat menyayangkan masih terjadi aksi pelemparan tadi, termasuk petasan ya tadi, batu juga dilemparkan kepada kami,” katanya.

    Terkait berapa orang yang diamankan, saat ini masih dalam proses pendataan.

    Baca juga: Demo 2 Tahun Prabowo-Gibran di Banyumas, Mahasiswa dan Polisi Sempat Saling Dorong

    “Ya, terkait yang diamankan ini kami masih proses pendataan ya, tapi tujuan kami mengamankan tentunya untuk melindungi ya yang bersangkutan ya,” katanya.

    Dia menyampaikan pemicu dari kericuhan adalah adanya pelemparan batu dan menyalakan petasan.

    “Ya, tadi kan rekan-rekan media juga melihat ada pelemparan ya, baik itu batu dan petasan tadi ya juga ada, sehingga ini harus kita lindungi semua yang ada di sini,” ujarnya.

    Baca juga: Sepakat Damai, Tembok Pembatas Perumahan Zenitparc Depok Akhirnya Dibongkar

    Soal orang yang mengalami luka-luka, Ihsan menyampaikan saat ini juga masih dalam proses pendataan.

    Saat siang terdapat satu orang yang mendapatkan perawatan dan saat ini sudah diperbolehkan pulang.

    “Masih pendataan ya, tapi sepertinya tadi ada tapi itu sudah kami obati, sudah kami obati dan semuanya luka ringan. Semua luka ringan, ya termasuk anggota,” kata dia.

    Baca juga: Warga yang Tegur Pembakar Sampah di Depok Lapor Polisi, Terlapor Bukan Pelaku Pembakaran

    Demo di Dua Lokasi

    Diberitakan Kompas.com sebelumnya, aksi demonstrasi terkait 2 tahun pemerintahan Prabowo-Gibran di Yogyakarta ini dilaksanakan dua lokasi, yakni di halaman DPRD DIY dan Titik Nol Kilometer, Kota Yogyakarta.

    Unjuk rasa di DPRD DIY berlangsung sejak pukul 12.00 WIB diawali dengan massa aksi berpakaian biru.

    Tak lama kemudian, terdapat massa aksi lain yang datang masuk ke halaman DPRD DIY.

    Mengetahui adanya pihak lain, massa aksi dengan pakaian biru tersebut lalu meninggalkan lokasi.

    Sementara, massa dengan pakaian hitam masih menduduki halaman kantor DPRD DIY.

    Baca juga: Demo 2 Tahun Prabowo-Gibran di Yogyakarta Ricuh, seperti Apa Kondisinya?

    Dalam perjalanannya, massa sempat bentrok dengan aparat keamanan beberapa kali. Mereka ingin memasuki ruang rapat DPRD DIY lalu dihalangi oleh polisi.

    Sementara itu, di lain tempat, massa aksi dengan jas berwarna merah berkumpul di Titik Nol Kilometer sekitar pukul 14.00 WIB.

    Massa dari Aliansi UMY Bergerak (UMB) tersebut menyampaikan sorotan terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran.

    Baca juga: Penyelidik Cocokkan Hasil Visum Warga Diduga Dianiaya Usai Protes Petasan Maulid Nabi

    Seperti Indonesia yang masuk sebagai anggota Board of Peace (BOP), reshuffle yang dilakukan presiden Prabowo, hingga sorotan terhadap program makan bergizi gratis (MBG) dan Kopdes.

    Mereka kemudian membubarkan diri sekitar pukul 16.45 WIB.

    Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.

    Komentar
    Additional JS