Ditangkap Polisi! 3 Mantan Pekerja Proyek Whoosh Manfaatkan 'Celah Rahasia' untuk Curi Fasilitas Vital - PRFM News

BANDUNG, PRFMNEWS – Aksi nekat tindak pidana pencurian yang mengincar fasilitas di jalur Kereta Cepat Whoosh berhasil dibongkar pihak kepolisian. Gabungan personel dari Polda Jawa Barat, Polres Cimahi, hingga beberapa polsek jajaran menangkap para pelaku beserta penadahnya.
Apresiasi tinggi disampaikan oleh PT. Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) atas respons cepat aparat penegak hukum yang bertindak tegas dalam mengusut tuntas kasus pencurian fasilitas objek vital di jalur Whoosh oleh komplotan ini.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran Kepolisian yang telah bekerja sama hingga seluruh jaringan yang terlibat mulai dari pelaku hingga penadah berhasil diungkap. Terhadap tindakan yang dapat membahayakan operasional Whoosh tidak ada kompromi,” ujar GM Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa, Kamis 1 Oktober 2026, dikutip prfmnews.id dari laman resmi KCIC.
Mirisnya, ketiga dari lima pelaku pencurian prasarana kabel di jalur Whoosh yang ditangkap polisi ini ternyata merupakan mantan pekerja proyek KCIC.
Berbekal 'celah rahasia' alias pemahaman mendalam terkait kondisi dan lekuk jalur kereta cepat, para pelaku memanfaatkan pengetahuan tersebut untuk melancarkan aksi kejahatan mereka.
Mereka merencanakan aksi kriminal ini di saat jadwal perjalanan Whoosh sedang kosong, lalu memanjat pagar kawat berduri yang menjadi pembatas area terlarang tersebut.
“Kabel-kabel tersebut memiliki fungsi yang berbeda, mulai dari telekomunikasi, persinyalan, hingga sistem grounding. Setiap komponen yang terpasang di jalur memiliki fungsi penting dalam mendukung operasional Whoosh sehingga tidak boleh dirusak ataupun diambil,” tegas Eva.
Tindakan pemotongan dan pencurian komponen tersebut dilakukan dengan cara yang sangat berbahaya, karena langsung menyasar kabel dan prasarana vital Whoosh di berbagai titik petak jalur.
Pada peristiwa September 2026 lalu, sistem otomatis Operation Control Center (OCC) mendeteksi adanya kejanggalan pada jalur akibat pemotongan kabel tersebut, yang berpotensi membahayakan keselamatan perjalanan Whoosh jika tidak segera ditangani.
“Dampak pencurian ini tidak hanya bersifat materiil dari kabel yang dicuri, tetapi juga immateriil berupa terganggunya pelayanan kepada penumpang. Saat itu, lima perjalanan Whoosh tertahan hingga 1,5 jam dan ribuan penumpang terdampak. Lebih dari itu, tindakan tersebut dapat menimbulkan risiko terhadap keselamatan perjalanan,” terang Eva.
Baca Juga: Bukan Cuma Sampah Plastik, Jabar Mulai Soroti 1,5 Juta Ton Sisa Makanan
Atas perbuatannya, para pelaku dan penadah kini ditahan untuk menjalani proses hukum. Para pelaku pencurian diancam pidana hingga tujuh tahun penjara, sementara penadah diancam hukuman maksimal empat tahun penjara.
“Kami berharap pengungkapan ini menjadi pembelajaran bagi masyarakat agar tidak melakukan maupun terlibat dalam tindakan tersebut. Mari bersama-sama menjaga keamanan prasarana dan keselamatan perjalanan Whoosh,” tutup Eva.***