Imbas Kabut Asap Karhutla, 2.458 Penerbangan Domestik Mengalami Gangguan - RADAR SURABAYA

RADAR SURABAYA BISNIS – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat 2.458 penerbangan domestik berjadwal terdampak kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga 17 Oktober 2026. Angka itu bertambah 437 penerbangan dibanding data 13 Oktober 2026.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F. Laisa mengatakan dampak karhutla terhadap operasional penerbangan sudah berlangsung sejak 11 Agustus 2026.
"Berdasarkan data posisi 17 Oktober 2026, sebanyak 2.458 penerbangan berjadwal dalam negeri terdampak Karhutla sejak 11 Agustus 2026," kata Lukman dalam keterangan tertulis, Senin (19/10/2026).
Dari total tersebut, 1.080 penerbangan mengalami keterlambatan dan 1.324 dibatalkan atau ditunda. Sisanya, 22 penerbangan dialihkan ke bandara lain, enam kembali ke bandara keberangkatan, dan 26 dimajukan jadwalnya.
Selama 13 sampai 17 Oktober, dampak asap meluas hingga Sulawesi, Maluku, dan Maluku Utara, selain Kalimantan, Papua, dan Sumatera. Bandara yang terdampak antara lain di Palu, Ternate, Ambon, Pontianak, Palangka Raya, Pekanbaru, dan Palembang.
Lukman menjelaskan, asap menurunkan jarak pandang di sekitar bandara sehingga memicu keterlambatan, penundaan, hingga pembatalan.
"Setiap keputusan operasional diambil dengan mengutamakan keselamatan," ujarnya.
Ditjen Perhubungan Udara meminta pengelola bandara menerapkan prosedur jarak pandang rendah (LVP) bersama AirNav Indonesia dan BMKG, menerbitkan NOTAM sesuai kebutuhan, serta memperbaiki layanan penumpang, termasuk informasi penerbangan dan penyediaan masker.
Penumpang diimbau memantau informasi dari maskapai sebelum berangkat ke bandara dan tidak mudah percaya informasi yang belum terverifikasi.