Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Bekasi Berita Featured Kasus Spesial

    Misteri Deretan Motor Trail di Bekasi, Terparkir di Lahan Penuh Sampah lalu Dipindahkan - Kompas

    6 min read

     

    BEKASI, KOMPAS.com – Ratusan sepeda motor trail yang sempat terparkir di lahan terbuka di Jalan Inspeksi BKT, Desa Pusaka Rakyat, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, menjadi sorotan setelah diduga merupakan kendaraan untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).

    Keberadaan motor-motor tersebut viral di media sosial setelah diunggah oleh akun Threads @cookyea pada Minggu (18/10/2026).

    Dalam unggahannya, pemilik akun mempertanyakan keberadaan deretan motor trail yang terparkir di lahan yang dipenuhi sampah dan material buangan.

    Baca juga: Bencana Makin Parah, Hidup Makin Susah, Spanduk Protes Greenpeace Membentang 3 Jam di Bundaran HI

    “Ini motor trail listrik yang buat MBG enggak si? Kok ada di pembuangan sampah si?” tulis pengunggah.

    Malaysia Klaim Rugi Rp 220 Miliar per Hari karena Asap, Kecam Indonesia Angkuh soal Oksigen

    Pemilik lahan sebut motor bukan untuk MBG

    Menanggapi kabar tersebut, Yanto (62), pemilik lahan tempat motor-motor itu sempat terparkir, mengatakan bahwa kendaraan tersebut bukan motor untuk program MBG.

    Kondisi lahan terbuka di Jalan Inspeksi BKT, Desa Pusaka Rakyat, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, yang sebelumnya digunakan untuk memarkir sejumlah motor trail diduga milik BGN. Selasa (20/10/2026).

    Lihat Foto

    Ia menyampaikan, motor-motor itu merupakan kendaraan dinas TNI yang akan dibawa ke Surabaya untuk didistribusikan. Sebelum dikirim, kendaraan tersebut dititipkan sementara di lahannya sambil menunggu proses pengecatan.

    Baca juga: Klinik Kecantikan di Cideng Jakpus Tutup, Ini Temuan Setelah Sidak soal Izin dan Dugaan Malpraktik

    “Sebenarnya itu bukan motor MBG, tapi motor untuk dinas TNI di Surabaya. Motor-motor itu dititipkan di sini karena mau dicat,” kata Yanto saat ditemui Kompas.com di lokasi, Selasa (20/10/2026).

    Yanto mengatakan, dirinya hanya mengetahui bahwa lahan miliknya digunakan sebagai tempat parkir sementara.

    Ia tidak mengetahui secara pasti siapa pemilik kendaraan tersebut maupun instansi yang menangani proses pengecatannya.

    “Kalau ngecatnya di mana, saya kurang tahu. Tapi lahan saya hanya dipakai untuk parkir sementara, bukan disewakan,” jelasnya.

    Ratusan motor dititipkan secara bertahap

    Yanto menjelaskan, motor-motor tersebut tidak datang sekaligus dalam jumlah besar. Kendaraan dititipkan secara bertahap, kemudian dipindahkan untuk menjalani pengecatan sebelum akhirnya dibawa ke tempat tujuan.

    Baca juga: Siswa SMPN di Jaksel Dipulangkan Cepat, Halaman Sekolah Diduga Jadi Lahan Parkir

    “Jadi prosesnya bergantian. Kalau sudah selesai dicat semua, langsung dibawa ke Surabaya,” kata dia.

    Meski demikian, Yanto mengaku tidak mengetahui lokasi pengecatan maupun pihak yang bertanggung jawab atas proses tersebut.

    Menurut dia, kendaraan yang terparkir di lahannya merupakan sepeda motor jenis Kawasaki KLX atau motor trail. Jumlah kendaraan yang keluar-masuk lahan itu diperkirakan mencapai ratusan unit.

    Baca juga: Dedi Mulyadi Bakal Resmikan Wisata Air Kalimalang Bekasi pada 10 November

    “Kurang lebih bisa ratusan, tapi enggak sekaligus datang. Ada 20 atau 30 unit, kemudian diganti lagi dengan yang lain,” katanya.

    Batas akses KARIN

    Kamu sudah mencapai batas akses KARIN.

    Gabung membership Kompas.com+ MAX untuk bertanya lebih banyak dan memahami berita dengan lebih leluasa.

    Khusus Member

    Akses Tanya Langsung Tersedia untuk Member

    Gabung membership Kompas.com+ MAX untuk bertanya lebih banyak dan memahami berita dengan lebih leluasa.

    BMKG Peringatkan Hujan Sedang hingga Sangat Lebat Besok 21 Oktober 2026

    Komentar
    Additional JS