Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Bisnis Featured Rusia Spesial

    Naik 21,6 Persen, Perdagangan Indonesia-Rusia Tembus US$ 4,84 Miliar - Beritasatu

    3 min read


    Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memimpin delegasi Indonesia dalam pertemuan dengan delegasi Rusia yang dipimpin Deputi Pertama Perdana Menteri Denis Manturov di Bogor, Jumat (16/10/2026). (Beritasatu.com/Erfan Maruf)

    Jakarta, Beritasatu.com - Nilai perdagangan Indonesia dan Rusia mencapai US$ 4,84 miliar sepanjang 2025, meningkat 21,6% dibandingkan 2024 yang sebesar US$ 3,98 miliar. Pemerintah kedua negara kini mendorong penguatan kerja sama industri dan investasi untuk menjaga tren positif perdagangan bilateral.

    Upaya tersebut dibahas dalam pertemuan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dengan Deputi Pertama Perdana Menteri Rusia Denis Manturov di Bogor, Jumat (16/10/2026).

    Pada pertemuan tersebut, kedua negara membahas perluasan kemitraan antarpelaku usaha, peningkatan kapasitas industri nasional, serta penjajakan kolaborasi di sektor strategis, termasuk industri perkapalan dan penerbangan.

    “Indonesia dan Rusia memiliki potensi besar untuk terus memperkuat kerja sama ekonomi yang saling menguntungkan. Kami berkomitmen untuk mendorong peningkatan perdagangan dan investasi, memperluas kemitraan antarpelaku usaha, serta memastikan berbagai peluang kerja sama dapat ditindaklanjuti menjadi langkah-langkah konkret yang memberikan manfaat bagi kedua negara,” ujar Airlangga.

    Sejumlah komoditas yang berperan penting dalam perdagangan kedua negara meliputi minyak kelapa sawit, kopi, kakao, produk pertanian, dan pupuk. Pemerintah berharap penguatan hubungan bisnis dapat memperluas diversifikasi perdagangan sekaligus membuka peluang baru bagi produk Indonesia di pasar Rusia.

    Airlangga juga menyambut kehadiran delegasi bisnis Rusia dalam Trade Expo Indonesia (TEI) 2026. Partisipasi tersebut diharapkan menjadi momentum untuk mempertemukan pelaku usaha kedua negara, memperluas peluang investasi, serta mendorong kerja sama industri yang lebih konkret.

    Deputi Pertama Perdana Menteri Rusia Denis Manturov mengatakan penguatan hubungan langsung antarpelaku usaha menjadi faktor penting untuk meningkatkan perdagangan dan kerja sama ekonomi bilateral.

    Menurut Manturov, perusahaan-perusahaan Rusia memanfaatkan TEI 2026 untuk menggelar pertemuan bisnis dengan mitra potensial Indonesia. Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut partisipasi Indonesia sebagai negara mitra dalam pameran industri Innoprom di Yekaterinburg, Rusia, pada Juli 2026.

    “Perusahaan-perusahaan kami menghadiri pertemuan business to business (B2B) dengan mitra potensial Indonesia, serta forum bisnis dengan sesi tematik mengenai perdagangan, investasi, dan kerja sama industri,” ujar Manturov.

    Selain memperkuat perdagangan bilateral, kedua negara membahas perkembangan perjanjian perdagangan bebas Indonesia dengan Eurasian Economic Union (I-EAEU FTA). Perjanjian tersebut diharapkan membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk unggulan Indonesia, seperti minyak kelapa sawit, kopi, kakao, tekstil, dan furnitur, ke negara-negara anggota EAEU.

    Proses ratifikasi I-EAEU FTA saat ini disebut telah mendekati tahap penyelesaian. Kedua pihak berharap seluruh prosedur dapat dirampungkan sebelum akhir 2026 agar perjanjian segera berlaku efektif (entry into force).

    Pemberlakuan perjanjian tersebut diharapkan memperkuat daya saing produk Indonesia, memperluas akses pasar, dan memberikan peluang tambahan bagi pelaku usaha untuk meningkatkan ekspor.

    Pertemuan Airlangga dan Manturov merupakan tindak lanjut pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Vladivostok, Rusia, pada September 2026, serta hasil Sidang Komisi Bersama ke-14 Indonesia-Rusia di Kazan, Rusia, pada Mei 2026.

    Pada akhir pertemuan, kedua pihak sepakat melanjutkan penguatan kerja sama di sektor pertanian, teknologi, industri, dan pengembangan rantai pasok guna mendorong pertumbuhan perdagangan serta investasi yang saling menguntungkan.

    Komentar
    Additional JS