Taman Fitnes Peninggalan Ridwan Kamil Kini Tak Terawat, Bakal Disulap Jadi Skatepark - Kompas
BANDUNG, KOMPAS.com - Taman Fitness di Jalan Teuku Umar, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, yang dibangun sebagai fasilitas kebugaran pada masa Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, kini tak terawat.
Pemerintah Kota Bandung berencana menyulap taman tersebut menjadi arena skateboard, sepatu roda, dan sepeda BMX.
Berdasarkan pantauan Kompas.com di lokasi, Senin (26/10/2026), belum terlihat kegiatan pembangunan di taman yang juga dikenal sebagai Taman Fitness tersebut.
Baca juga: ASN Wajib Parkir di Stadion Patriot, Halaman Kantor Pemkot Bekasi Kini Lengang
Sejumlah pedagang kuliner kaki lima masih beraktivitas di sekitar taman, sementara salah satu sisinya tampak telah ditutupi seng.
Cara Baru Nonton Cerita Rakyat : Mikrodrama Verikal - BEGINU
Beberapa alat olahraga sederhana dan gawang sepak bola masih terlihat di area taman.
Namun, sejumlah fasilitas tampak tidak terawat. Di salah satu sisi taman, area tersebut juga digunakan sebagai pangkalan kendaraan roda tiga pengangkut sampah dari wilayah setempat.
Baca juga: Sewa Mobil Lalu Digadaikan, Dua Pelaku di Bandung Diduga Gelapkan Belasan Kendaraan
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan membenarkan rencana alih fungsi taman tersebut. Menurut dia, penataan dilakukan untuk menyediakan fasilitas olahraga yang lebih memadai bagi komunitas skateboard di Kota Bandung.
Farhan menilai, skatepark yang saat ini berada di bawah kolong flyover Pasupati kurang memadai, salah satunya karena minim penerangan.
"Jadi Taman Teuku Umar itu akan diubah menjadi tempat untuk skateboard, di tempat yang lebih terang benderang karena yang di bawah kolong itu kan gelap gulita, jadi kita akan tata ulang," kata Farhan di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukencana, Senin (26/10/2026).

Lihat Foto
Baca juga: Situ Buleud Purwakarta Mengering, Tanah Retak dan Air Mancur Sri Baduga Tak Beroperasi
Farhan mengatakan, Taman Teuku Umar nantinya tidak hanya digunakan untuk skateboard, tetapi juga menjadi tempat pembinaan sepatu roda dan BMX.
Ia mencontohkan fasilitas olahraga yang dilihatnya saat Festival Olahraga Nasional di Mataram. Menurut dia, arena berukuran lebih kecil pun dapat dimanfaatkan untuk kegiatan olahraga.
"Saya melihat sendiri saat Festival Olahraga Nasional di Mataram, itu lapangannya jauh lebih kecil tapi bisa jadi arena. Maka itu akan kita lakukan penataan ulang untuk menjadi tempat pelatihan dan prestasi," akunya.
Baca juga: 2 Tahun Bangunan TK Negeri Tambora 01 Jakbar Rusak Parah, Revitalisasi Dinanti
Taman Tak Terawat, Perlu Ditata Ulang
Farhan menjelaskan, Taman Teuku Umar sebelumnya difungsikan sebagai taman kebugaran pada masa kepemimpinan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil.
Taman tersebut dilengkapi alat olahraga sederhana dan lapangan sepak bola.
Namun, kondisi taman saat ini dinilai tidak terawat sehingga perlu segera ditata ulang.
Baca juga: Wajah Gedung Baru Puskesmas Taman Sari Jakbar, Punya 5 Lantai dan Bisa Layani 500 Pasien
"Kita akan mencari titik-titik tempat latihan yang lebih baik. Selama ini juga itu lapangannya tidak terawa dengan baik. Saya sangat khawatir, sangat prihatin melihatnya. Ini salah satu upaya kita untuk memperbaiki," akunya.
SSB Akan Dicarikan Lapangan Pengganti
Alih fungsi Taman Teuku Umar berpotensi berdampak pada kegiatan olahraga lain, terutama pembinaan sepak bola yang selama ini rutin berlangsung di lokasi tersebut.
Farhan mengatakan, Pemerintah Kota Bandung akan berkoordinasi dengan Asosiasi Kota (Askot) PSSI untuk mencarikan lapangan pengganti yang lebih memadai bagi sekolah sepak bola (SSB).
"Saya akan kerjasama dengan Ketua PSSI Jawa Barat yang baru terpilih untuk memastikan bahwa pembangunan dan fasilitas dari lapangan sepak bola di Kota Bandung tuh menjadi salah satu yang terbaik," jelasnya.

Lihat Foto
Baca juga: Pramono Akan Ubah Eks Pasar Taman Puring Jadi Taman Disabilitas, Nasib Pedagang Masih Dibahas
Farhan menyebut, keterbatasan lahan akibat padatnya permukiman menjadi salah satu kendala penyediaan lapangan sepak bola di Kota Bandung.
Pemkot Bandung masih mencari sejumlah lokasi yang bisa digunakan untuk latihan sepak bola. Lapangan pengganti tersebut kemungkinan diarahkan ke wilayah Bandung Timur dan Bandung Selatan.
"Nanti juga ada beberapa tempat yang akan kita buka untuk latihan sepak bola yang jauh lebih baik. Tempatnya di mana saja sedang kita cari. Memang lapangan sepak bola butuh lapangan yang besar, maka kayaknya akan diarahkan ke daerah Bandung bagian timur dan selatan," tandasnya.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.
