WNI Dilarang Masuk Malaysia Mulai Pekan Depan, Benarkah karena Corona? Halaman all - Kompas - Opsiin

Informasi Pilihanku

demo-image

Post Top Ad

demo-image

WNI Dilarang Masuk Malaysia Mulai Pekan Depan, Benarkah karena Corona? Halaman all - Kompas

Share This
Responsive Ads Here

WNI Dilarang Masuk Malaysia Mulai Pekan Depan, Benarkah karena Corona? Halaman all - Kompas.com

KOMPAS.com - Malaysia dikabarkan melarang warga negara Indonesia (WNI) masuk ke negaranya untuk mencegah kasus impor Covid-19.

Dilansir Kompas.com, Selasa (1/9/2020), negara yang dilarang antara lain Indonesia, India, dan Filipina.

Pengumuman itu disampaikan oleh Menteri Pertahanan Ismail Sabri Yaakob lewat konferensi pers, Selasa (1/9/2020).

Bagaimana konfirmasi Kemenlu Indonesia?

Saat dikonfirmasi terkait hal itu, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI Teuku Faizasyah membenarkan adanya larangan tersebut.

"Pemerintah Malaysia melarang pemegang Long Term Pass dari Filipina, Indonesia, dan India untuk masuki wilayah Malaysia," katanya kepada Kompas.com, Kamis (3/9/2020).

Larangan itu akan berlaku untuk pemegang izin tinggal jangka panjang, pelajar, ekspatriat, penduduk tetap, serta anggota keluarga warga Malaysia.

Pelarangan itu, imbuhnya efektif berlaku sejak 7 September 2020.

Teuku menjelaskan, Kemenlu RI telah memanggil Duta Besar Malaysia untuk Indonesia pada Rabu (2/9/2020) guna memintakan klarifikasi atas pemberitaan tersebut.

Dubes Malaysia, kata Teuku, menjanjikan akan menyampaikan pembicaraan dengan Kemenlu RI tersebut ke Kuala Lumpur.

Belum tentu karena corona

Namun, informasi terkait sebab pelarangan belum jelas. Saat ini, Pemerintah Indonesia masih menunggu konfirmasi dari Pemerintah Malaysia.

"Klarifikasi telah dimintakan, kita tunggu ya, apa persisnya alasan pembatasan tersebut," katanya lagi.

Kendati demikian, kebijakan pelarangan WNI ke Malaysia tersebut hanya sementara.

"Dubes Malaysia menginformasikan bahwa kebijakan ini bersifat temporer dan akan dikaji ulang setiap minggu," imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, Menhan Malaysia Ismail mengatakan akan memantau situasi di negara-negara lain dan tidak menutup kemungkinan larangan yang sama diberlakukan ke negara-negara lain yang mengalami lonjakan kasus.

"Kami sudah mulai memperketat pengawasan perbatasan dengan tidak mengizinkan orang-orang dari tiga negara itu masuk," tuturnya.

Malaysia bertekad melanjutkan langkah-langkah mengatasi pandemi hingga akhir tahun karena virus corona masih terus menyebar di seluruh dunia.

Kementerian Kesehatan telah diminta untuk membuat perencanaan rinci tentang bagaimana Malaysia harus menghadapi ancaman dan tantangan.

Hal itu mengingat Malaysia kemungkinan akan menghadapi peningkatan kasus pada musim dingin.

Sebagaimana diketahui, melansir Worldometers, angka kasus positif virus corona di dunia mencapai 26.150.139 hingga Kamis (3/9/2020).

Dari jumlah tersebut, sebanyak 886.020 orang meninggal dunia, sedangkan 18.412.729 orang sembuh.

Amerika Serikat, Brasil, dan India masih menjadi tiga negara di urutan teratas jumlah kasus infeksi virus corona terbanyak di dunia.

slide 1 to 3 of 8
slide 1 to 3 of 8
slide 1 to 3 of 8
slide 1 to 3 of 8
slide 1 to 3 of 8
.com/serve/image/video/01:16

Cegah Kasus Impor Corona, Malaysia Larang WNI Masuk Mulai Minggu Depan

.com/serve/image/video/01:04

WNI Dilarang Masuk Malaysia Mulai 7 September 2020

.com/serve/image/video/04:29

Mutasi Virus Corona D614G Semakin Dominan, Riset Vaksin Terus Dikembangkan

.com/serve/image/video/01:38

Tak Terima Ditegur Karena Ribut, Kelompok Pemuda Serang Warga dengan Senjata Tajam!

.com/serve/image/video/01:08

Subsidi Gaji, Menaker: Batch Kedua secara Sistem Sudah Diserahkan...

.com/serve/image/video/03:07

Seventeen - Sumpah Ku Mencintaimu (The Tour SUCI 3) Semarang - THE TOUR

.com/serve/image/video/03:13

Devi Nuraisyah, Supir Truk yang Merintis Karir Sebagai YouTuber

.com/serve/image/video/03:01

Ibu Cambuki Anaknya karena Tak Kunjung Paham Saat Diajari Matematika

Rekomendasi

Powered by
jixie-logo
Comment Using!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Pages