37 Tahun Mangkrak, Bandara Ngloram Beroperasi Lagi By BeritaSatu.
37 Tahun Mangkrak, Bandara Ngloram Beroperasi Lagi
:extract_focal()/https%3A%2F%2Fimg.beritasatu.com%2Fcache%2Fberitasatu%2F910x580-2%2F1609675658.jpg)
Jakarta, Beritasatu.com – Setelah 37 tahun tidak beroperasi lagi alias mangkrak, kini Bandara Ngloram di Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah kembali beroperasi. Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo tidak mau melepaskan kesempatan istimewa ini untuk datang langsung meresmikan pengoperasian bandara tersebut.
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengucapkan terima kasih kepada Presiden Jokowi yang bersedia untuk meresmikan Bandara Ngloram. “Pagi ini kita berbahagia dan bangga dan menyampaikan puji syukur kepada Allah SWT, karena kita dapat meresmikan Bandar Udara Ngloram. Terima kasih pak presiden bersedia untuk meresmikannya,” kata Budi Karya Sumadi di Bandara Ngloram, Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Jumat (17/12/2021).
Budi mengatakan Bandara Ngloram memiliki luas sekitar 27 hektare. Sebelumnya bandara ini dimiliki PT Pertamina yang berada dibawah Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM). Bandara ini dibangun untuk menunjang operasional perusahaan. Namun karena sudah tidak beroperasi lagi sejak tahun 1984, kemudian diserahkan kepada Kementerian Perhubungan pada tahun 2018 oleh PT Pertamina. “Sehingga Kementerian Perhubungan membangun bandara ini pada tahun 2019 dan selesai pada satu bulan yang lalu (November),” ujar Budi Karya Sumadi.
Saat ini, Bandara Ngloram sudah menerima penerbangan Citilink sebanyak 2 kali seminggu dan selalu penuh. Ternyata keberadaan Bandara Ngloram sangat diminati oleh masyarakat. “Saya juga mengimbau para bupati untuk melakukan block seat (pemesanan tiket), jadi PNS bisa juga melakukan pembelian ini, karena memang jarak dari Surabaya dan Semarang relatif jauh,” terang Budi Karya Sumadi.
Saat ini, Bandara Ngloram memiliki landas pacu (runway) sepanjang 1.500 meter x 30 meter, taxiway 142 meter x 23 meter, Apron 90 meter x60 meter dan Terminal Penumpang seluas 3.526 meter persegi. “Ini dibangun dengan runway 1.500 x 30 meter. Sementara untuk ATR. Jadi kemungkinan berikutnya bisa dilakukan lebih jauh lagi,” tutur Budi Karya Sumadi.
Pembangunan Bandara Ngloram ini, menurut Budi, menunjukkan komitmen pemerintah daerah di Jawa Tengah, baik pemprov maupun pemkab yang ingin membuktikan pembangunan tetap berjalan selama masa pandemi Covid-19. “Kami ucapkan terima kasih kepada DPR pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, DPRD yang memberikan dukungan kepada kami. Kami juga mengharapkan partisipasi masyarakat untuk membuat bandara ini lebih bermakna,” tutur Budi Karya Sumadi.
Lebih lanjut, Budi mengungkapkan, di saat yang sama, Kementerian Perhubungan sedang membangun bandara di Fakfak, Mentawai, Mandailing Natal, dan Nabire. “Insyaallah tahun depan selesai semuanya,” ungkap Budi Karya Sumadi.
Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini
Sumber: BeritaSatu.com