0
News
    Home Featured

    Perdagangan Sepi, Kenaikan Harga Minyak Terhenti - Beritasatu

    2 min read

     

    Perdagangan Sepi, Kenaikan Harga Minyak Terhenti

    Sabtu, 25 Desember 2021 | 06:26 WIB
    Oleh: Whisnu Bagus Prasetyo / WBP

    Ilustrasi minyak.
    Ilustrasi minyak. (Foto: CNBC)

    Chicago, Beritasatu.com - Harga minyak turun pada perdagangan Jumat (25/12/2021) di tengah tipisnya perdagangan setelah reli 3 hari. Investor mencoba mengukur dampak varian virus corona omicron terhadap permintaan.

    Minyak mentah berjangka Brent turun 29 sen, atau 0,4%, menjadi US$ 76,56 per barel menyusul kenaikan 2,1% pada hari sebelumnya. Sementara sepanjang pekan ini naik sekitar 4%.

    Adapun bursa AS tutup pada Jumat untuk liburan Natal.

    BACA JUGA

    Harga minyak telah pulih minggu ini karena kekhawatiran dampak varian omicron pada ekonomi global mereda. Data awal menunjukkan omicron tidak menyebabkan penyakit parah yang memerlukan perawatan.

    Sementara dua produsen obat Pfizer dan Moderna mengatakan booster vaksinnya mampu melindungi dari omicron.

    "Tetapi investor tetap berhati-hati di tengah melonjaknya kasus Covid-19," kata Kepala Riset Nissan Securities, Hiroyuki Kikukawa.

    Kasus Covid-19 varian omicron mendominasi di seluruh dunia. Meski dampaknya tidak parah, para ahli kesehatan menyatakan pertempuran melawan varian Covid-19 masih jauh dari selesai.

    Infeksi virus corona telah melonjak sehingga memicu pembatasan di banyak negara seperti Italia dan Yunani.

    BACA JUGA

    United Airlines dan Delta Air Lines pada Kamis mengatakan bahwa keduanya membatalkan lusinan penerbangan pada Malam Natal, karena varian omicron menginfeksi awak pesawat dan pekerja lainnya.

    "Namun, mengingat melonjaknya harga gas alam di Eropa dan Asia, harga minyak kemungkinan akan tetap positif di tengah ekspektasi bahwa beberapa industri akan mengalihkan bahan bakar dari gas ke minyak," kata Kikukawa.

    Harga gas alam cair (LNG) Asia melonjak minggu ini, meskipun permintaan di Asia melemah. Risiko kenaikan di pasar gas Eropa tetap menjadi pendorong utama yang mengarahkan pergerakan harga.

    Adapun rig minyak dan gas AS yang beroperasi naik ke level tertinggi sejak April 2020, menurut perusahaan jasa energi Baker Hughes. Jumlah total saat ini mencapai 586, menandakan peningkatan output dalam beberapa bulan mendatang. Kondisi ini menyebabkan harga minyak tertekan.

    Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

    Sumber: CNBC

    Komentar
    Additional JS